Jalan Pinggir

Tidak Mungkin Kacang yang ditanam Tumbuh Jadi Gandum

Oleh: Sudono Syueb
(Alumni Pesantren YTP Kertosono)

Yang kita tanam itulah yang kita ketam. Tanam jagung sudah tentu tumbuh jagung. Tanam kacang juga tumbuh kacang. Gak mungkin tanam kacang akan tumbuh gandum.
Menginginkan sesuatu yang mustahil akan terjadi itu dalam kesusastraan Arab disebut Tamanni.Tamanni adalah menuntut terjadinya sesuatu yang diidam-idamkan tapi tidak diharapkan terjadinya, karena mustahil terjadi.

Contoh dalam suatu syair Arab
الا ليت الشباب يعود يوما، فاخبره بما فعل المشيت
Ketahuilah, sekiranya masa muda itu bisa jembali sehari saja, maka akan aku ceritakan sesuatu yang diperbuat orang tua ini“.

Kita sering berharap sesuatu tapi tidak melihat apakah sesuatu itu bisa kita capai atau tidak. Begitu juga, kita sering menyerahkan sesuatu itu kepada Allah saja, tanpa disertai usaha keras, karena kita beranggapan Allah itu maha penyayang, maka Allah tentu akan memenuhi harapan kita walau tanpa usaha. Itu tidak mungkin, kita tidak akan dapat sesuatu yang kita harapkan tanpa usaha. Dalam hal ini Allah telah memperingatkan kita dalam firmanNya QS An Najm: 39

وان ليس للانسان الاما سعي

Dan tidaklah manusia itu mendapat bagian kecuali apa apa yang telah dia usahakan

Termasuk ingin masuk surga hanya berharap rahmat Allah, tapi tidak berusaha untuk mendapatkannya dengan ibadah dan anal salih.

Kisah di bawah ini cukup bagus untuk pembelajaran kita bersama.
Dahulu ada budak yang memiliki seorang majikan yang baik dan beriman kepada Allah, akan tetapi, suatu saat, majikannya itu sedang lalai. Ketika malam hari, budak tersebut membangunkan majikannya untuk mengajak shalat malam. Majikannya menjawab, “Saya masih ngantuk, biarkan saya tidur sesaat lagi, nanti saya akan bangun, karena sesungguhnya Allah Maha Penyayang.” Ketika masuk subuh, budak tersebut membangunkan majikannya kembali, tetapi dijawab, “biarkanlah saya tidur sebentar lagi, nanti saya bangun, karena sesungguhnya Allah Maha penyayang.” Waktu terus berjalan, dan sang budak kembali membangunkan majikannya, tetapi mendapat jawaban yang sama seperti sebelumnya, “sesungguhnya Allah Maha Penyayang”.

Setelah matahari meninggi, majikannya pun bangun. Ia memberi biji gandum kepada budaknya untuk ditabur di ladangnya. Budak itupun pergi ke ladang, tetapi tidak menabur biji gandum, melainkan biji kacang. Lalu ia pulang dan menyampaikan apa yang telah dilakukannya. Mendengar hal itu, majikannya pun marah. Budak tersebut mnejawab, “Sesungguhnya Allah Maha Penyayang! Saya melihat bahwa harga gandum sangat mahal sementara kacang lebih murah. Maka saya menanam kacang dengan harapan nanti akan tumbuh gandum.”

“Darimana kamu belajar hal itu”, tanya majikannya. Budak itu menjawab, “saya belajar dari Tuan!.” “Kok bisa begitu?”, tanya Tuannya heran. “Karena tuan tidur dan tidak bangun untuk shalat, tetapi mengharapkan masuk surga dengan alasan Allah Maha Penyayang” Jawab budaknya.

Jadi, harapan yang benar di sisi Allah swt, adalah harapan yang diiringi dengan usaha untuk mencapainya. Jangan hanya berharap dapat kasih sayang Allah, lantas bisa masuk surga tanpa ikhtiar ibadah dan amal sholih.

Komentar Facebook

Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up