Jalan Pinggir

Surat untuk Prabowolovers dan Jokolovers

Melalui tulisan ini saya mengajak baik pendukung #2019GantiPresiden maupun #2019tetapjokowi yang memanggil dengan sebutan yang jelek-jelek semisal: cebong, kampret, cebi, kutil babi, kodok, kadal, berengkes, petis dan tempoyak asem. Agar mulai saat ini mari kita memanggil dengan sebutan yang baik-baik saja. Prabowolovers untuk pendukung Letnan Jenderal (Purn) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo dan Jokolovers untuk pendukung Ir.Joko Widodo.

Sebutan yang baik-baik ini disamping sudah menjadi anjuran agama dan himbauan para ulama juga memberikan pendidikan yang baik bagi generasi muda utamanya generasi millennial dan generasi Z yang sedang mekar berkembang di seantero nusantara Indonesia.

Selanjutnya saya mengusulkan agar kedua lovers (pendukung setia) selalu merawat nalar dan membersihkan hati nurani. Beberapa poin yang mungkin bisa jadi perhatian:

Pertama, menghidari bahasa-bahasa provokatif apalagi yang keluar dari tokoh sentral (utama) masing-masing kelompok, misalnya mengeluarkan himbauan kepada loversnya untuk bersiap-siap atau mempersiapkan diri jika diajak berantem atau adu tinju dengan kubu sebelah. Pentolan loversnya harus sigap membisikkan ke tokohnya agar berbicara yang baik-baik atau diam saja. Jangan malah minta wartawan keluar ruangan biar bisa ngomong atau pidato provokatif.

Kedua, pertarungan Pilpres ini antar anak bangsa. Sama-sama saudara, adik-kakak, laki-bini, om-tante, engkong-nyai, kajut-unggang, sepupu-misan. Sebagai sesama saudara sedarah dan sebangsa tentu tak salah punya pilihan sendiri-sendiri dengan argumen masing-masing. Asal dilakukan dengan cara-cara yang benar, legal, konstitusional, mendidik, menggembirakan dan menggairahkan, maka, sudah sepatutnya kita saling menghargai. Mosok laki-bini kalau beda pilihan diminta siap-siap berantem. Kan parahh!😁

Ketiga, mulai sekarang antar sesama lovers berhenti saling menghujat, fitnah, adu domba, menyerang fisik/pribadi, benci, caci-maki. Tak ada gunanya. Dan tentu tak mendidik. Masyarakat sudah semakin dewasa, semakin melek politik semakin terdidik. Tak mudah lagi dibohongi, dimanipulasi diiming-imingi. Tak mempan lagi politik pencitraan yang memoles diri dan menutup-nutupi keburukan. Semua serba terbuka. Terus terang apa adanya. Tugas kita ayo ‘berantem’ argumen. Visi-misinya, program kerja, kegiatan. Tidak anti kritik atau malah membungkam kritik.

Keempat dan paling penting, sebagai Prabowolovers saya mengajak semua sesama lovers untuk tak putus-putusnya, tak henti-hentinya membantu saudara-saudara kita yang sekarang terkena musibah. Lombok Utara, Lombok tengah, Lombok timur sampai ke Bali memerlukan uluran tangan dan doa kita bersama setelah terkena musibah gempa bumi dengan ratusan korban jiwa dan ribuan rumah hancur lebur. Ini musibah mungkin sebagai pelajaran buat kita semua.

Bagi oknum-oknum yang memanfaatkan musibah ini untuk kepentingan politik praktis sampai menuduh macam-macam tentu anda termasuk lovers yang jahat. Tidak merawat nalar dan mempunyai hati yang kotor. Yang begini-begini mesti didoakan terus menerus biar jinnya keluar!

Serpong Utara, Tangsel

Ahmad Jojon Novandri
Prabowolovers

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait