Jalan Pinggir

Sugeng Kondur Kang Mas …

Oleh: Syaefunnur Maszah, Ketua Umum PB PII Periode 1992-1995.

Kala itu tahun 80an, dalam sebuah acara PII Komisariat Comal bersamaan dengan Maulid Nabi, saya bertugas membawakan Kultum. Kebetulan hadir juga Ketua Umum PB PII Mutammimul Ula, SH yang memberikan pengarahan. Ini adalah pertama kali saya berjumpa dengannya…

Dalam arahannya saya teringat, pengkaderan PII harus berkesinambungan guna mengisi Catur Bakti bagi tercapainya kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan bagi umat dan bangsa Indonesia. Dan beliau berharap suatu saat nanti harus ada dari Comal yang bisa menggantikannya jadi Ketua Umum PB PII…

Dan harapan Mas Tamim, demikian kami biasa memannggil, terwujud 6 tahun setelahnya. Yakni saat saya mendapat amanah menjadi Ketua Umum PB PII Periode 1992-1995.

Ketika Mas Tamin manjadi anggota DPR RI selama dua periode (1999-2004 dan 2004-2009), disamping bertelepon, beberapa kali saya diundang ke kantornya di Senayan untuk berdiskusi… Mas Tamin juga memberi buku karyanya… beliau memang humble, sederhana, pintar dan fokus, jago strategi dan waro’… patut ditauladani…

Ketika beliau mulai sakit, alhamdulillah saya berkesempatan menjenguk beliau baik di rumah maupun rumah sakit… Beliau mewejang agar aktivis harus jaga kesehatan, “…jangan gunakan badan seperti angkot omprengan..,” kelakarnya….

Juga berpesan agar terus dengan sabar berbuat tanpa menyerah untuk perbaikan umat, agama, dan bangsa agar menjadi lebih baik…

Dan… perpisahanpun selalu mengajarkan kita untuk menghargai, bahwa setiap detik kesempatan bersama orang yang kita hormati dan tauladani adalah anugerah yang tidak boleh kita sia-siakan…

Innalillahi wainnailaihi rojiun…
Allaahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihii wa’fu anhu wa akrim nuzu lahu wa wassi’ madkholahu waghsilhu bilmaai wats-tsalji walbarodi…

Sugeng kondur Ustadz Seniorku… 🙏

Tags
Selanjutnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: