Jalan Pinggir

Prof Suteki: Umat Islam Harus Berpolitik “Syantik”

Oleh Prof Suteki

Kata Moh. Natsir—BUKAN: Moh. NASIR– sebagai berikut
1. Bila umat islam menjalankan IBADAH: biarkan saja.
2. Bila umat islam berbisnis: mulai awasi.
3. Bila umat islam berpolitik: habisi sampai ke akar-akarnya.

Kadang saya heran, apakah kita tidak punya stok calon pemimpin yang mengerti nasionalisme dan juga mengerti agama serta konsekuen dengannya dengan prinsip: KITAB SUCI DI ATAS KONSTITUSI. Artinya ketika seorang pemimpin itu menginisiasi hingga merealisasi aturan itu betul-betul memperhatikan Kitab Suci. Tidak boleh ada aturan yang bertentangan dengan Kitab Suci. Anda pasti bertanya: KITAB SUCI AGAMA APA? Yah jawabnya gampang: SELURUH KITAB SUCI YANG ADA. Apa mungkin? TIDAK MUNGKIN bukan? Nah, sebagai negara dengan sistem NUMERIC DEMOCRACY mestinya MAYORITAS yang lebih diutamakan TANPA menindas minoritas. Mengapa? Karena memang kita diciptakan dalam keragaman. Tidak ditemukan di alam dunia ini ada suatu kaum tanpa keragaman bukan? Adakah suatu contoh charter yang merupakan kesepakatan antara pluralitas itu? Ada. Yaitu: PIAGAM MADINAH. Clear!

Isi Piagam Madinah

Dalam membentuk kekuatan dan politik Islam di Madinah, Nabi Muhammad juga mempersatukan antara golongan Yahudi dan Bani Qoinuqo, Bani Nadhir dan Bani Quraidah. Terhadap golongan Yahudi, Nabi membentuk suatu perjanjian yang melindungi hak-hak azasi manusia, yang dikenal dengan Piagam Madinah.

Adapun di antara isi Piagam Madinah sbb:
(PIAGAM berisi 47 Pasal).

1. Kaum Yahudi bersama kaum muslimin wajib turut serta dalam peperangan.

2. Kaum Yahudi dari Bani Auf diperlakukan sama kaum muslimin.

3. Kaum Yahudi tetap dengan Agama Yahudi mereka, dan demikian pula dengan kaum muslimin.

4. Semua kaum Yahudi dari semua suku dan kabilah di Madinah diberlakukan sama dengan kaum Yahudi Bani Auf.

5. Kaum Yahudi dan muslimin harus saling tolong menolong dalam memerangi atau menghadapi musuh.

6. Kaum Yahudi dan muslimin harus senantiasa saling berbuat kebajikan dan saling mengingatkan ketika terjadi penganiayaan atau kedhaliman.

7. Kota Madinah dipertahankan bersama dari serangan pihak luar.

8. Semua penduduk Madinah di jamin keselamatanya kecuali bagi yang berbuat jahat.

Oleh karena itu, masihkah Anda selanjutnya akan bertanya: Agama kok ngurusi politik? Weeeeeh…sampeyan iku jan ketinggalan sepur! Sejak 1440 yang lalu bahkan lebih, agama memang mengurusi POLITIK KENEGARAAN, bukan hanya URUSAN IBADAH di MASJID dll.

Betul? Jadi umat Islam berpolitik tidak HARAM bahkan WAJIB. Ambil sepotong kekuasaan yang dapat melindungimu dari kejahatan orang dholimin sehingga kita tidak terus-terusan cuma bisa BERSHOLAWAT ASYGHIL.

Catatan:
#2019PASTIPEMILU:
Bayangkan apa yg akan terjadi bila umat Islam keok lagi. Tertindas, terdepak, terberangus, terpinggirkan, musnah pelan-pelan. Ambil bagianmu! Jangan diam membisu!

Where is your coordinate?

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

One Comment

Scroll Up