Jalan Pinggir

Penyerangan dan Penganiayaan Orang Sedang Beribadah adalah Pelanggaran HAM dan UUD’45

Oleh: Adib Zain, Rakyat Indonesia

Masih ingat kasus Novel Baswedan, yang dalam perjalanan pulang dari shalat Subuh di Masjid ke rumahnya, diserang kelompok orang dengan menggunakan ‘air keras’ sehingga merusak mata sebagai organ vital manusia, belum tertangkap, siapa ‘otak’ dan pelakunya?

Kini, kita mendapat kabar buruk lagi yang menimpa KH Umar Basri (75 tahun) seorang Ulama dan Kyai NU Pimpinan Ponpes Al-Hidayah, Cicalengka Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dianiaya ketika sedang berzikir selesai shalat Subuh di Masjid. Semoga pelaku segera ditangkap dan diproses secara benar dan dihukum berat.

Dalam kasus Novel hampir setahun lamanya, nggak jelas? Untuk kasus penganiayaan Ulama/Kyai ini kita perlu cermati, sebagai kejahatan yang meluas dan mengancam keamanan seseorang yang beribadah menurut agama dan kepercayaannya, yaitu menyasar orang Islam di tempat ibadahnya, ini keji, ini serius, ini teror Bro!

Kejahatan serius terhadap Novel Baswedan dan KH Basri Umar adalah pelanggaran HAM dan pelanggaran Konstitusi RI, UUD’45 Pasal 29 yang berbunyi : “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. Apalagi umat Islam sedang menggiatkan shalat Subuh berjamaah di Masjid, sungguh ini ancaman serius.

Sudah habis kata, untuk mengatakan, tindakan biadab yang terorganisir sedang mengancam sendi-sendi kehidupan dan moral bangsa, kejahatan sudah meluas, mengancam siapa pun. Jika tidak ada otoritas keamanan yang serius melindungi masyarakat dan membongkar kejahatan seperti ini, dapat disimpulkan aparat negara yang memiliki kewenangan itu telah lalai, disfungsi.

Maka, kunci terakhir hanya ada pada Presiden Jokowi, kami memohon agar menggunakan kekuasaannya, “melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia”, bukan membiarkan darah tumpah dimana-mana, karena rakyat sedang tidak berdaya menghadapi aksi kelompok ‘bandit’ yang mengancam bangsa dan negara ini.

Semoga kedepan tidak ada lagi kejadian seperti ini, kami sebagai rakyat dicekam ketakutan. Tolooong… “save our nation“.

Bandung, 28 Januari 2018

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up