Jalan Pinggir

Pelajaran dari Seorang Mata-mata

Oleh Iswandi Syahputra

Minggu kemarin saya menyempatkan diri nonton film The Lives of Others. Film ini berseting Jerman Timur di bawah pengaruh Komunisme Rusia pada tahun 1980-an. Intinya tentang praktik negara memata-matai warganya yang pro Barat (baca: Jerman Barat dan AS sebagai musuh Soviet saat itu) dan kritis pada pemerintah.

15 menit pertama film ini mampu menarik perhatian saya karena menambah pengetahuan tentang teknik interogasi. Film ini mampu ‘membongkar’ teknik introgasi yang baik dan menggambarkan berbagai tekanan saat interogasi terjadi.

Misalnya, ajukan pertanyaan berlapis tapi sama dan terus berulang-ulang selama beberapa hari agar orang yang diinterogasi letih, lelah, tertekan, stress dan marah atau kehilangan orientasi. Tujuannya untuk menemukan kebenaran dari jawaban dan mendeteksi kebohongan orang yang diinterogasi.

Metodenya, jika orang yang diinterogasi memberikan jawaban yang konsisten dari pertanyaan yang sama dan berulang-ulang dalam keadaan letih, lelah, tertekan, stress dan marah atau kehilangan orientasi, itu artinya dia BERBOHONG. Karena jawaban bohong tersebut sudah disiapkan, direncanakan dan masuk menancap dalam pikiran atau ingatan. Ngerihhh

Slot awal sesi film ini menarik bagi saya karena dapat membantu siapa saja agar terhindar dari memilih pemimpin yang sudah menyiapkan jawaban sebagai kebohongan yang direncanakan. Walaupun dalam keadaan lelah, tertekan, stress dan marah atau kehilangan orientasi dan dalam perasaan bersalah.

Pada menit selanjutnya film ini membosankan. Monoton, tapi saya penasaran menanti twist di akhir film. Untunglah ada beberapa adegan ranjang yang bikin saya bertahan menonton hingga akhir.

Adalah Wiesler (diperankan oleh Ulrich Mühe) seorang interogator dan dosen di sekolah intelijen Jerman Timur diminta memata-matai Dreyman (diperankan oleh Sabastian Koch) seorang sutradara film yang diduga condong dan punya akses ke Jerman Barat.

24 jam apartemen Dreyman diawasi kamera tersembunyi. Tiap hari Wiesler yang memata-matai Dreyman memberi laporan tertulis. Begitu terus, menjenuhkan menontonnya.

Tapi, karena terlalu menghayati pekerjaan rupanya Wiesler simpati pada Dreyman bahkan jatuh cinta pada Christa (diperankan oleh Martina Gedeck) pacar Dreyman yang tinggal satu kamar dengannya.

Singkat cerita, Wiesler justru melindungi Dreyman. Atas sikap tersebut, Wiesler dibuang menjadi petugas penyortir surat.

Hingga tembok Berlin roboh, Jerman Timur dan Jerman Barat bersatu. Dreyman membaca semua arsip hasil laporan Wiesler yang memata-matainya. Dari arsip itu Dreyman sadar bahwa hidupnya diselamatkan oleh orang yang memata-matainya.

Dari arsip berupa laporan mata-mata itu, Dreyman membuat buku. Saya menduga, buku itu menjadi film “The Lives of Others”. Adapun Wiesler, tanpa sengaja melihat buku itu dipajang di toko. Wiesler membaca halaman persembahan, bahwa buku tersebut didedikasikan untuk dirinya…

Dengan dingin khas intel, datar tanpa ekspersi, Wiesler membeli buku tersebut.

10 menit terakhir yang lumayan mengejutkan bagi saya.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya