Jalan Pinggir

Parkir dan Problem Mikro : Jangan dipandang Sebelah Mata?

Oleh Jusman Syafii Djamal

Kota besar selalu punya persoalan teknis yakni lahan parkir terbatas. Di Hamburg, Berlin Stuttgart dan Koln polisi baik hati. Jika malam hari di tepi jalan depan hotel ataupun perumahan jalan boleh dijadikan tempat menginap tanpa bayar. Gratis dan jika lokasinya diberi Marka ada jaminan mobil tak diganggu maling. Aman terkendali.

Polisi di Jerman terkenal strict dan tegas. Jika kita tak memakai seat belt meski duduk di bangku belakang, dengan sopan polisi wanita mengetuk jendela. Excuse me Sir. Can you speak German ? No ? Okey sir Our jobs is to protect your road safety. Why are you not use seatbelt ?

Denda 30 Euro per orang yang tak pake sabuk pengaman pun dijatuhkan. Polisi memang tugasnya menjaga keselamatan mereka yang lalu lalang. Jika ada orang sedang siul-siul dompetnya hilang dan atau tiba tiba digebukin atau ditikam orang tak dikenal pastilah polisi turun tangan.

Dan data nya masuk dalam statistik sebagai indeks kriminalitas yang meningkat. Tak ada turis yang mau berkunjung ke tempat copet atau geng motor atau tukang tikam berkeliaran tanpa permisi.

Dalam teori polisi New York daerah yang rawan Sajam dan rawan pencurian serta perkelahian antar geng disebut a broken glasses. Cermin retak dari wajah sebuah kota.

Tak direkomendasi untuk turisme.

*****

Tahun 2019 diprediksi industri turisme akan meningkat. Karenanya saya amati semua persoalan remeh-temeh yang kecil seperti kebersihan toilet, tempat parkir dan restoran serta hotel murah yang aman dan nyaman jadi prioritas pemerintah kota di Jerman. Mereka bersaing dengan Paris dan Madrid serta Roma. Turisme termasuk salah satu engine for economic growth.

Banyak ahli di Indonesia yang malas bicara teknis dan detail. Kalau ada orang bicara jlimet sedikit pasti langsung dipotong dengan ucapan begini : “sudahlah itu cuma masalah teknis. Gampang nya itu biar tukang saja yang nyelesaikan. Urusan ahli hanya yang makro makro dan global filosophis”.

Padahal tak ada orang jatuh karena nabrak gunung. Kita jatuh karena kesandung batu kerikil. Masalah teknis harus diselesaikan sebagai ujung mata rantai persoalan global makro dan filosofis.

Problematika parkir tanpa bayar, toilet yang bersih dan terawat, restoran yang higienis dan opelet serta metro mini yang nyaman dan wangi serta tempat sampah yang teratur di Jerman dianggap sebagai problem prioritas yang terus menerus diperbaiki. Continuous improvement.

Sebab Jerman memang terkenal karena kecermatan dan presisi. Bagi mereka masalah teknis tak ada yang sepele dan disepelekan. Sebab tak ada perusahaan bangkrut atau orang jatuh karena “philosiphical problemas, The devil always hiding ini the details. Micro sama pentingnya dengan Macro.

Salam

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya