Jalan Pinggir

Negeri Kejujuran

Oleh Prof Suteki

Ulpianus (bahasa Latin: Gnaeus Domitius Annius Ulpianus; sekitar tahun 170 – 223) adalah seorang ahli hukum Romawi keturunan Tirus. Ia dianggap sebagai salah satu ahli hukum terbaik pada masanya. Ia juga merupakan salah satu dari lima ahli hukum yang dijadikan sebagai otoritas hukum menurut lex citationum yang dikeluarkan oleh Kaisar Valentinianus III.

Ulpianus juga dikenal sebagai peletak 3 prinsip utama dalam NATURAL LAW, yang kemudian menjadi sumber nilai pembentukan hukum positif manusia. Ketiga prinsip dasar natural law itu adalah:

1. Honeste vivere (Jujurlah dalam hidupmu).
2. Alterum non laedere (Jangan merugikan orang lain)
3. Suum cuique tribuere (Berikan kepada orang lain apa yg menjadi haknya).

Ketika hukum tidak bersumber bahkan bertentangan dengan natural law itu maka hukum dikatakan TIDAK BERMORAL dan dapat pula ditegaskan bahwa bila seseorang tidak mendasarkan hidupnya pada 3 prinsip hukum alam itu sama artinya ia sedang menggiring dirinya menjadi MAHLUK TIDAK BERMORAL. Lawan dari KEJUJURAN adalah KEBOHONGAN atau KEDUSTAAN—kadzabta!

Ada memang pada titik tertentu seseorang berbohong demi “penyelamatan” kepentingan dan atau keselamatan orang tertentu. Inikah disebut: WHITE LIE? Kebohongan itu hanya untuk menjaga perasaaan dan kelestarian hubungan antar manusia, dan tidak mengancam kehidupan umat. Bagaimana dengan kebohongan publik? Kebohongan publik tidak boleh untuk main-main apalagi menyangkut tindak pidana tertentu. Dampak buruk kebohongan publik akan sangat meluas bahkan multiplier efeknya sering sulit untuk dikendalikan, maka pelakunya sebaiknya “diadili”. Tindakan itu adalah perbuatan jahat, oleh karenanya KUHP mengatur secara tegas tentang larangan berbohong.

Apa yang bisa diharapkan dari:

Pimpinan negara yang berbohong?
Menteri yang berbohong?
Kepala lembaga dan badan yang berbohong?
Aktifis yang berbohong?
Pimpinan kampus yang berbohong?
Dosen dan guru besar yang berbohong?
Ulama yang berbohong?
Mahasiswa yang berbohong?
ASN yang berbohong?
Karyawan yang berbohong?
Masyarakatnya berbohong?
Ormas yang berbohong….

selain KEBOHONGAN itu sendiri…!!!!????

Maka lengkaplah negeri itu menjadi NEGERI KEBOHONGAN.

Agar tidak menjadi NEGERI KEBOHONGAN seharusnya sejak dini anak-anak kita dididik MORAL nya untuk berani mengatakan KEJUJURAN meski terasa PAHIT. Saya tidak tahu, apakah forum kegiatan berikut ini juga bisa mengarahkan mahasiswa hukum untuk juga berpikir BEYOND THE RULE, alias berhukum dengan moral. Sebuah proyek utopis di negeri kebohongan. Meski sebuah proyek utopia, tetapi sepertinya GERAKAN MORAL MAHASISWA BUKU MERAH juga perlu diapresiasi untuk mengembalikan marwah penegakan hukum di negeri ini. Ingatlah semua, kita sudah klaim Pancasila sebagai RECHTSIDEE sehingga MORALITAS tetap harus membingkai penegakan hukum di Indonesia.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya