Jalan Pinggir

Keukeuh : Ulasan Film Bunda Kisah Cinta 2 Kodi

Oleh Afif Ridwan

Saya tidak tahu kata keukeuh (baca : kekeh) sudah masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia atau belum, yang saya tahu keukeuh itu berarti orang yang memiliki tekad kuat dalam menggapai tujuan atau mimpi.

Dalam bisnis sikap keukeuh itu penting, ketika mulai usaha biasanya banyak halangan dan rintangan menghadang. Kalau mudah menyerah dan tidak tahan banting, maka akan jadi orang kalah, tergilas oleh persaingan bisnis.

Film Bunda Kisah Cinta 2 Kodi menggambarkan sekelumit kisah keukeuhnya seorang pengusaha perempuan bernama Kartika dalam menggapai impian. Di awal film, bunda Tika mempunyai problem utama tentang kesetiaan suami yang terpaksa harus berpisah karena ibunya menginginkan suaminya membagi cinta pada wanita lain.

Di sisi lain bunda Tika punya obsesi kuat menyekolahkan anaknya keluar negeri, karena keinginan dirinya ingin sekolah keluar negeri dilarang orang tuanya, bunda Tika juga digambarkan sangat peduli pada tetangga yang kesusahan karena tidak punya pekerjaan.

Pergumulan antara kekecewaan pada suami, obsesi tentang kuliah di luar negeri dan jiwa sosial yang tinggi, ditambah problem hubungan dengan suami dan anak menjadikan film ini menarik untuk ditonton, seorang perempuan harus menyelesaikan masalah secara bertubi-tubi ditengah upaya sedang memulai dan mengembangkan bisnis sungguh perjuangan maha berat.

Menyerahkah Tika dengan semua masalah?. Jawabnya tidak, Tika keukeuh melawan semua masalah dengan tegar, walau terkadang harus menghadapi keputus-asaan, emosi dan perfeksonis dalam mendidik anak dengan keras karena nilainya tidak seperti yang diharapkan, Tika mencoba melewati semua.

Namun pada puncak pergumulan, Tika nyaris menyerah, untuk apa semua bisnis yang dia bangun kalau keluarga berantakan?

Disaat itulah Tika menyadari akan arti keluarga, kehadiran anak dan suami dalam bisnis teramat penting.

Sikap tegas dan terkesan “angkuh” yang selama ini dilakukan pada suami di turunkan sehingga pada akhirnya mereka kembali berkumpul dengan kesadaran baru.

Pergumulan perempuan antara pilihan karir dan keluarga memang problem klasik yang sulit terurai, temasuk juga dalam bisnis. Kesibukan tinggi seorang perempuan yang secara kodrati harus mengurus anak dan suami, mengakibatkan mereka harus mengatur keseimbangan membagi waktu. Terfokus pada karir dengan mengabaikan waktu untuk keluarga bisa mengakibatkan kurang harmonisnya hubungan keluarga, namun di sisi lain, bisnis butuh konsentrasi penuh dan terkadang sangat menyita waktu.

Kemampuan menangkap peluang bisnis dengan intuisi digambarkan dengan lugas, ketika Tika melihat mesin jahit konveksi menganggur. Di saat dia dan suaminya baru saja mengambil tabungan untuk melunasi separuh hutang yang menumpuk, Tika memesan baju sebanyak dua kodi hasil rancangannya, padahal dia belum punya rencana apapun dengan baju itu. Tika hanya teringat sama tetangganya yang butuh pekerjaan. Dalam benak Tika hanya ada satu hal: menciptakan peluang kerja buat tetangganya dengan baju hasil rancangannya, yang pada akhirnya baju itu pun tidak laku karena jahitannya jelek.

Tika belajar dari kesalahan pertama, bahwa baju pesananan Dua Kodinya itu punya sisi lemah. Jahitanya kurang bagus. Lalu ada ide dari tetangganya, kenapa tidak bikin sendiri? Nah lagi-lagi tantangan datang dari mesin jahit yang cuma satu. Tidak bisa jahit zigzag dan obras. Solusi kemudian datang dari tetangganya yg punya suami tukang jahit keliling. Di sini kita diajarkan bahwa dalam bisnis, kolaborasi itu penting dan tetangga adalah salah satu mitra kolaborasi yang hebat.

Jangan pernah melepas peluang di depan mata. Sewaktu Tika menawarkan produknya
dan di tantang untuk membuat seribu potong baju dalam satu minggu, sejenak dia ragu, namun sepersekian detik kemudian Tika menyanggupi tantangan itu.

Suaminya yang melihat gaya Tika waktu itu kaget, ” Kamu ini keukeuh ya, eureka ya keukeuh“.

Dan jadilah Keke tanpa hurup h sebagai merk produk Bunda Tika, dari awalnya hanya Dua Kodi, Keke Busana meraksasa menjadi perusahaan yang terus berkembang pesat menjadi dua generasi kalau perlu puluhan generasi.

Film Bunda Cinta 2 Kodi ini layak ditonton buat para pebisnis, pasangan suami istri yang berbisnis dan para perempuan yang sedang berkarir di dunia bisnis. Sangat inspiratif, memompa semangat untuk tidak menyerah serta keukeuh pada tujuan bisnis.

Film ini diadaptasi dari novel karya Asma Nadia yang berjudul Cinta Dua Kodi, dirilis pada tahun 2017. Novelnya sendiri diambil berdasarkan kisah nyata dari Ika Kartika, seorang pengusaha muslimah sukses yang merintis bisnis dari nol.

Film yang diproduseri oleh Rendy Saputra ini dibintangi oleh aktor dan aktris ternama seperti Acha Septriasa (Kartini, Midnight Show), Atio Batu (5 Cowok Jagoan, Ada Apa Dengan Cinta 2), Wulan Guritno (Duka Sedalam Cinta, Perfect Dream) dan Inggrid Widjanarko (Flight 555, Ghost).

Pengusaha Bandeng Rorod Bekasi.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya