Jalan Pinggir

Jejak Terpuji Asy-Syahid Mursi

Oleh : M. Anwar Djaelani

Muhammad Mursi, tokoh Ikhwanul Muslimin dan Presiden Mesir 2012-2013, meninggal secara dramatis. Kematian pada, Senin lalu (17/06) di ruang sidang pengadilan itu mengundang perhatian masyarakat internasional. Presiden Turki Erdogan pun menyebut Mursi sebagai Asy-Syahid. Maka, penting kita simak, jejak mulia apa sajakah yang telah ditinggalkannya?

Catatan Emas

Siapa Mursi? Dia lahir pada 20 Agustus 1951 dari keluarga petani sederhana. Intelektualitasnya terasah dengan baik. Dia Sarjana dan Master teknik lulusan Universitas Kairo, masing-masing pada 1975 dan 1978. Gelar Doktor di bidang teknik dia raih di AS, 1982. Lalu, masih di AS, dia menjadi Asisten Profesor pada 1982-1985. Pada 1985, Mursi kembali ke Mesir, mengajar di Zagazig University.

Mursi agamis. Dia aktif di dunia dakwah dan pergerakan lewat Ikhwanul Muslimin sejak 1997. Ikhwanul Muslimin bertujuan memasyarakatkan Islam dan mengislamkan masyarakat dengah indikator pencapaian bahwa di seluruh aspek kehidupan harus berdasarkan kaidah Islam (Anas Al-Hajaji: 1983: 55).

Sebagai “buah” beraktivitas di Ikhwanul Muslimin, berulang kali dia masuk penjara. Itu, terjadi di masa Presiden Anwar Sadat (1970-1981) dan di era Presiden Husni Mubarak (1981-2011) atas tuduhan melakukan gerakan bawah tanah untuk menggulingkan pemerintah.

Pada 2011, Husni Mubarak yang berkuasa 30 tahun terjungkal karena gerakan rakyat. Setelah itu, lewat pemilihan umum yang demokratis, Mursi terpilih menjadi Presiden Mesir. Itu, diumumkan pada 24/06/2012.

Sikap politik Mursi ditunjukkannya di saat kampanye Pemilihan Umum 2012. Tegas, Mursi menyatakan, ”Islam adalah Solusi” (www.salam-online.com, 26/06/2012). Mursi juga secara terbuka mendukung Hamas di Palestina, sesuatu yang membuat Israel dan AS tak suka. Kemudian, yang terjadi, militer Mesir melakukan kudeta pada 2013 dan menahan Mursi dengan sejumlah tuduhan. Atas kudeta itu, Yusuf Al-Qaradhawi ulama berpengaruh, menyatakan bahwa intervensi militer dalam penggulingan Presiden Mursi bertentangan dengan agama dan nilai-nilai demokrasi (www.republika.co.id, 08/07/2013).

Sekarang, mari cermati jejak mulia Mursi. Pertama, sebagai pribadi, Mursi patut diteladani antara lain karena dia hafal Al-Qur’an. Sementara, kelak di akhirat, orang yang berkualifikasi seperti itu akan diberi mahkota dan pakaian kemuliaan. Bahkan, orangtuanya juga akan mendapat anugerah yang tak kalah indah, berupa “Pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia”.

Kedua, sebagai Kepala Keluarga, Mursi berhasil membina keluarga yang kesemua anggotanya berkategori Qurrata A’yun. Bisa disebut demikian karena fakta, bahwa istri dan lima anak Mursi kesemuanya juga hafal Al-Qur’an. Tetkait ini, simaklah QS Al-Furqaan [25]: 74.

Selanjutnya, pada keluarga seperti Mursi ini, teringatlah kita akan peluang besar bahwa “Sekeluarga masuk surga” sebagaimana disebut:

“Yaitu surga ‘Adn, yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang shalih dari bapak-bapaknya, pasangan (suami-isteri) dan anak-cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu”.

QS Ar-Ra’d [13]: 23

Senada, bisa simak pula QS Ath-Thur [52]: 21.

Ketiga, Mursi menjadi pengemban dakwah yang istiqomah. Perhatikan ayat ini:

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”

QS Fushshilat [41]: 33

Seperti telah disebut, Mursi adalah aktivis dan bahkan menjadi salah satu pemimpin Ikhwanul Muslimin.

Keempat, saat berkesempatan menempati posisi strategis di masyarakat menjadi presiden, dia manfaatkan dengan baik untuk menegakkan nahi munkar dan amar makruf sebagaimana amanah QS Ali ‘Imraan [3]: 110:

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”.

Kelima, sejiwa dengan bagian keempat di atas, sebagai pejuang Mursi terlihat istiqomah dan bahkan sampai di detik akhir kehidupannya. Lihat, dia masih lantang menyuarakan kebenaran, memberantas yang bathil dan menegakkan yang haq. Hal yang demikian itu termasuk jihad. Terasakan, dia terus menghidup-hidupkan QS Ali ‘Imraan [3]: 142,

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar”.

Kita saksikan, sebagaimana dikutip www.eramuslim.com pada Selasa (18/06), sejumlah kalimat haq yang disampaikan Mursi di ruang sidang pengadilan sesaat sebelum dia terjatuh dan lalu meninggal.

Kalimat-kalimat itu, antara lain:

“Kalian mengkudetaku dan tak pernah membiarkanku sehari saja tanpa penyiksaan di dalam penjara. Kalian pura-pura bodoh dengan apa yang terjadi. Kalian ingin membunuhku dengan berbagai cara, tapi pada saat yang sama kalian ketakutan akan kerasnya reaksi yang akan muncul saat itu terjadi. Pemerintahanku belum berjalan satu tahun. Tapi, banyak upaya intervensi dari banyak negara, baik itu Zionis, Amerika dan Arab. Mereka mengintervensi banyak urusan Mesir dan membeli para pengkhianat bayaran untuk menghancurkan negeri ini. Sekarang ini, Mesir sebagaimana kalian saksikan setiap hari, kejadian perusakan demi perusakan terjadi dan bangsa ini tidak pernah tenang kecuali dengan hilangnya pelaku kezaliman dan kembali bebasnya mereka yang terdzalimi.”

Muhammad Mursi

Catatan Khusus

Mari menunduk, mengeja ulang doa Presiden Erdogan pada Selasa (18/06), seperti yang dikutip www.tarbiyah.net: ”Semoga Allah merahmati Asy-Syahid Muhammad Mursi”. Sementara, kepada para pezalim di manapun, jika tak berubah sikap maka kelak ada azab Allah yang pedih sesuai peringatan di QS Ibrahim [14]: 42 ini:

“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak”.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya
Scroll Up