Jalan Pinggir

Dari TKI Konstruksi di Malaysia, Kini jadi Pengusaha Warung Ayam Geprek

Kanigoro.com – Namanya Indra, biasa sering dipanggil Gomes. Pemuda asal Kabupaten Langkat, Sumatera Utara ini merupakan mantan TKI (TKI Purna) yang pernah bekerja di Malaysia di bidang konstruksi selama 7 (tujuh) tahun dari tahun 2007 sampai 2014.

Indra merupakan alumni dari Bimbingan Teknis (Bimtek) TKI Purna Angkatan I yang diselenggarakan oleh BP3TKI Medan di Kabupaten Langkat Tahun 2017. Pada Angkatan I tersebut, Bimtek yang dilaksanakan adalah Fermentasi Makanan Ternak. Walaupun bukan kegiatan Bimtek tersebut yang dipraktikkan Indra, namun motivasi-motivasi yang disampaikan oleh narasumber membuat pandangannya mengenai wirausaha mulai terbuka.

Indra mulai membuka usaha warung makan dengan nama ‘Ayam Penyet Nang Gomes’ pada awal tahun 2018 dengan sewa ruko 4,5 juta per tahun. Menu andalan dari warung ayam penyetnya adalah Ayam Bakar Madu dan Ayam Geprek Balado. Rata-rata omset Indra mencapai 1 juta/hari.

“Pendapatan rata-rata satu juta lah sehari. Kalau lagi ramai bisa dua juta, dua juta lima ratus, pernah juga 800 ribu. Tapi rata-rata sejuta lah kak, alhamduliah,” ujar Indra sebagaimana dikutip laman bnp2tki.go.id.

Indra sangat bersyukur dengan keputusannya membuka usaha kuliner ini. Pendapatannya cukup dan ia bisa mempekerjakan pemuda setempat di Warung Ayam Penyet yang berlokasi di Desa Karang Sari, Kecamatan Tanjung Putus, Kabupaten Langkat tersebut.

Indra pun memiliki cita-cita untuk bisa membuka bisnis kulinernya ini di Malaysia terutama untuk para PMI, karena menurutnya sangat menjanjikan. Pemikirannya tersebut berdasarkan pengalamannya bekerja di Malaysia, dimana banyak PMI disana lebih suka makanan khas Indonesia dibandingkan makanan Malaysia walaupun terkadang harganya lebih mahal.

Indra merasa beruntung telah mengikuti Bimtek TKI Purna yang diadakan oleh BP3TKI Medan dan berharap banyak TKI Purna yang mau mengikuti langkahnya untuk memulai usaha secara mandiri.

Pemerintah sendiri melalui BNP2TKI kini semakin gencar melakukan kegiatan pemberdayaan mantan TKI untuk menjadi wirausaha. Tujuan utamanya adalah agar TKI Purna bisa memiliki usaha dan tidak kembali terus menerus menjadi TKI.

Kegiatan pemberdayaan juga diberikan kepada calon TKI sebelum mereka berangkat. Terutama tentang literasi keuangan sehingga mereka bisa memanaje hasil kerjanya di luar negeri untuk kegiatan produktif seperti permodalan dan merintis usaha setelah pulang ke tanah air. (t/bn)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait