Jalan Pinggir

Benarkah Malam Lailatul Qadar akan Terjadi Pada 9 Juni

Kanigoro.com – Menjadi satu kebahagian bagi kaum mukmin karena tahun ini masih dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Bagaimana tidak, selama sebulan penuh Allah SWT memberikan keberkahan, ampunan dan kemuliaan.

Dibanding bulan lainnya, Ramadhan memang memiliki banyak keistimewaan. Bahkan, ada satu hari dimana kemuliaannya lebih besar dibanding seribu bulan. Pada hari istimewa itu, terjadilah malam Lailatul Qadar. Tapi kehadirannya adalah sebuah kerahasiaan.

Namun Imam Al-Ghazali membuat rumus menemukan malam Lailatul Qadar. Berdasarkan rumus tersebut malam mulia ini terjadi pada 25 Ramadhan atau bertepatan dengan 9 Juni 2018. Berikut penjelasannya.

Dalam kitab Ihya Ulumudin, Imam Al-Ghazali menjabarkan formula dalam menemukan malam Lailatul Qadar. Setidaknya ada lima hal yang menjadi patokan untuk mengetahui keberadaan malam mulia tersebut.

Konon katanya, rumus ini teruji dari kebiasaan para tokoh ulama yang telah menemui Lailatul Qadar. Menurut Imam Al Ghazali, Lailatul Qadar bisa dilihat dari permulaan atau malam pertama bulan Ramadhan:

Jika hari pertama jatuh pada malam Ahad atau Rabu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam tanggal 29 Ramadan

Jika malam pertama jatuh pada Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 21 Ramadan

Jika malam pertama jatuh pada Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 25 Ramadan

Jika malam pertama jatuh pada malam Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 23 Ramadan

Jika malam pertama jatuh pada Selasa atau Jumat maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 27 Ramadhan.

Jika merujuk pada kaidah ini, berarti malam Lailatul Qadar jatuh pada malam 25 Ramadhan atau tanggal 9 Juni 2018, karena awal Ramadan adalah malam Kamis, 16 Mei 2018.

Silakan percaya atau tidak. Wallahu A’lam Bishawab, Dan Allah lebih tahu atau Yan Maha tahu/Maha Mengetahui. Karena tidak ada yang tahu pasti datangnya malam mulia ini. Pasalnya dikatakan bahwa malam ini datangnya seperti misteri. Yang terpenting, Nabi Muhammad SAW sudah memberikan clue agar umatnya menghidupkan malam ganjil pada sepuluh malam terkahir di bulan Ramadhan. Yakni pada malam ke 21, 23, 25, 27 dan 29 pada bulan Ramadhan.

Hikmahnya pada sepuluh malam terakhir ini umat Nabi Muhammad SAW semakin banyak menghidupkan malam dengan banyak beribadah kepada Allah SWT. Bukankah setiap ibadah pada Ramadhan bernilai pahala berlipat ganda?

Sehingga tidak ada ruginya jika menghidupkan sepuluh malam terakhir tersebut. Jika Allah SWT belum menghendaki kita mendapatkannya, maka berprasangka baik saja. Berusaha memantaskan diri agar dipertemukan dengan Lailatul Qadar tahun depan. Semoga tetap diberikan kesempatan untuk dapat bertemu Ramadhan selanjutnya. Aamiin ya Allah…

Komentar Facebook

Sumber
infoyunik
Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

One Comment