Dunia IslamFeatured

Korwil Brigade PII Yogyakarta Besar Adakan Latihan Intensif Brigade

Kanigoro.com – Koordinator Wilayah Brigade Pelajar Islam Indonesia (B-PII) mengadakan kegiatan Latihan Intensif Brigade (LIB) yang bertemakan “Revitalisasi Militansi Pelajar Guna Menjadi Agent Of Change”.

Komandan Wilayah B-PII Yogyakarta Besar dan juga sekaligus Koordinator Tim LIB, Fazar Ibnu Sina mengatakan bahwa “Urgensi dilaksanakanya kursus LIB ini guna melaksanakan kegiatan kaderisasi Brigade. Lebih dari itu pembacaan team terkait diadakan LIB B-PII karena dewasa ini kurangnya kontribusi pelajar ditengah-tengah masyarakat dan umat”.

“Maka dari itu dalam kegiatan tersebut peserta dibekali salah satu Materi yaitu social mappig untuk membaca kondisi problematika masyarakat sekitar terkini dan juga ditugaskan untuk mencari solusi dari setiap persoalan yang mereka temui masyarakat.” tambah Ibnu.

Ibnu berharap usai latihan ini para pelajar bisa lebih berkontribusi pada masyarakat sekitar di daerahnya masing-masing.

“Kehadiran kader PII bukan menjadi beban sosial akan tetapi selalu dinanti-nanti atas pemikiran dan kontribusinya kepada masyarakat.”

Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh 25 peserta se-Yogyakarta Besar dan juga mendapatkan dukungan dari seluruh Keluarga Besar PII Gunung Kidul, salah satunya adalah Eko Wati.

Eko Wati mengatakan “Kegiatan-kegiatan minimal satu bulan sekali harus selalu ada sebagai bentuk proses para kader.”

Menariknya dari kursus LIB ini adalah adanya historis tersendiri bagi Gunung Kidul yang mengadakan pertama kalinya di Yogyakarta setelah 20 tahun lebih tidak ada kursus di Yogyakarta Besar.

LIB dilaksanakan di Gunung Kidul pada 23-25 Agustus 2019 di Gunung Kidul dan berlokasi di dua tempat (Indoor dan Outdoor), lokasi indoor bertempat di Griya cendekia playen, tumpak ngawu, kecamatan Playen Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta Besar yang dibuka dengan Apel Pelajar pada pukul 17.00. Hadir Edi Suprawan selaku komandan Wilayah pada era nya pada tahun 1980an sekaligus menjadi pembina apel.

Dalam Penyampaianya ketika apel berlangsung ia memaparkan “Kita ini jangan merusak NKRI, kita sebagai pelajar harus merawat NKRI, menjaga NKRI walaupun tidak sejalan dengan rezim”

Apel ditutup dengan penyerahan peserta dari panitia ke tim dan doa. Esok harinya, pada 24 Agustus peserta diberangkatkan ke lokasi outdoor yang bertempat di bumi perkemahan Kedung Wanglu Playen Gunung Kidul.

Dalam proses kursus peserta sangat antusias dan berkomitmen mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Kegiatan kursus ini di tutup kembali dengan makan bersama antara peserta dan team kemudian dilanjut dengan apel penutupan dilokasi outdor sekaligus penyerahan kembali peserta dari team kepanitia. (Fn)

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

google.com, pub-7568899835703347, DIRECT, f08c47fec0942fa0