FeaturedJalan Pinggir

Khazanah Sejarah: Makna Kemerdekaan

Oleh : Padlia Parakasi

Apa makna kemerdekaan? Makna kemerdekaan berkembang sejalan dengan lajunya era zaman kekinian. Jika dahulu arti merdeka adalah bebas dari cengkraman penjajah secara fisik dari kolonial. Sekarang kita dalam suasana peringatan ulang tahun kemerdekaan ke 74. Benar kita sudah merdeka sejak 74 tahun lewat. Apakah kita benar-benar merdeka? Sebuah pertanyaan yang menarik. Karena itu, kemedekaan harus diberi makna baru.

Makna merdeka sekarang, jika kita bebas segala bentuk penjajahan yang membelenggu kita, yaitu bebas dari segala bentuk ketergantungan pada orang lain atau bangsa lain, baik secara pribadi atau pun lembaga negara.

Menurut Nabi, ketika baru saja kembali dari Perang Badar, beliau bersabda, “Kita baru saja kembali dari Perang Kecil sedang menuju ke arena Perang yang lebih besar.” Para sahabat yang mendengar itu bertanya dengan heran, “Bukankah Perang Badar, perang terberat yang pernah kita alami, hai Rasulullah?” Nabi menjawab dengan lugas, “Perang terberat itu adalah perang melawan diri sendiri, yaitu perang melawan musuh yang bercokol dalam diri sendiri, berupa hawa nafsu.” Hawa nafsu selama ini mempengaruhi seseorang untuk melakukan segala bentuk pelanggaran aturan, seperti terjebak dalam perilaku koruptif, dekadensi moral , nilai- nilai budaya bangsa bagi perkembangan yang sudah tercerabut bagi anak masa depan bangsa, penyalahgunaan narkoba yang selama ini jadi penyakit yang menghantui masyarakat kita.

Alhamdulillah ‘ala kulli hal, kita barulah bisa disebut sungguh-sungguh merdeka apabila kita mampu mewujudkan amanah dari the founding father, Bung Karno, berupa Tri Sakti, yaitu, “Berdaulat di bidang politik, berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan.”

Pertanyaannya, apakah kita sudah bisa mewujudkan amanah Tri Sakti itu? Jika jawabannya belum, berarti kita baru bisa merdeka secara fisik dari kolonial, tetapi, paling tidak, kita masih terjajah secara mental.

Natijah (kesimpulan) :

  1. Bangsa Indonesia sedang memperingati hari ulang tahun kemerdekaan ke-74. Dalam suasana hari ulang tahun ini, hendaknya jadi bahan renungan tentang makna kemerdekaan yang sesungguhnya.
  2. Makna kemerdekaan bagi seseorang atau bangsa jika sudah bebas dari segala bentuk ketergantungan atau menurut the founding father kita jika sudah bisa mewujudkan Tri Sakti dalam realitas berbangsa.
  3. Menurut Nabi, merdeka yang sesungguhnya jika sudah bisa bebas dari rayuan nafsu duniawi dengan menggggunakan cara-cara Machiavelli untuk meraih tujuan.

Wassalam,
Bali , 17 Agutus 2019 (Fn)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up