FeaturedJalan Pinggir

Karakteristik Dasar Organisasi PII

Oleh : Sureza (Komandan Pusat Brigade PII Periode 2017-2020)

Dalam tulisan ini, saya ingin menjelaskan perbedaan-perbedaan fundamental antara PII dan organisasi lainnya. PII mungkin dan seperti yang kita ketahui adalah organisasi pelajar Islam tertua di Indonesia yang punya sejarah besar dalam perjalanan panjang bangsa Indonesia. Dalam sejarahnya, PII memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dari gerakan-gerakan sosial lainnya.

PII tidak lahir, tapi bangkit

PII merupakan fusi dari beberapa organisasi-organisasi pelajar Islam berskala lokal yang meleburkan diri menjadi organisasi pelajar Islam berskala nasional. Artinya, kehadirannya sudah ada dengan sendirinya diseluruh daerah di Indonesia, namun belum terkoordinasi secara nasional. Seluruh pelajar Islam ini lahir diwaktu yang berbeda tapi bangkit di waktu yang sama yaitu 4 Mei 1947. Terminologi kelahiran dan kebangkitan ini tentunya berbeda, lahir artinya dari tidak ada, menjadi ada, bangkit artinya tersadarkan untuk bersatu dan bergerak.

Bukan mazhab tertentu

Sejak kebangkitannya, PII tidak pernah punya ambisi untuk menyebarkan paham keIslaman tertentu kepada sekelompok masyarakat. Tapi perjuangan PII adalah mempersatukan segenap kelompok-kelompok Islam yang berbeda-beda kedalam satu wadah dan cita-cita bersama yaitu persatuan dan kejayaan. Tidak ada sesuatu apapun yang final dalam paham organisasi PII, kecuali komitmen Ke-Islaman dan Kebangsaannya. Selain itu, hanya merupakan ijtihad perjuangan yang dilahirkan dalam konteks sejarah tertentu.

Bukan Negara Islam, Tapi Masyarakat Islam

PII tidak dalam rangka memperjuangkan berdirinya negara Islam, tapi memperjuangkan terwujudnya suatu sistem kehidupan yang Islami. Artinya, spektrum dari Cita-Cita PII bukan sebatas negara, tapi pada realitas keberIslaman pada aspek kebudayaan dan peradaban masyarakat itu sendiri, dimana ukuran keberhasilan dakwah Islam bukanlah berdirinya negara Islam, tapi terwujudnya suatu masyarakat yang Islami.

Integrasi Ilmu dan agama

Mungkin kita sering mendengar latar belakang berdirinya PII yaitu untuk mempersatukan golongan pelajar santri dan pelajar umum. Pada hakikatnya, masalah mendasar yang ingin dipecahkan adalah dikotomi antara agama dan ilmu pengetahuan. Seakan-akan seorang yang berilmu tidak lagi harus mengimani dalil-dalil agama sebagai rujukan, dan seorang yang beragama tak membutuhkan ilmu pengetahuan untuk menjawab problem kehidupan. Relasi agama dan Ilmu pengetahuan adalah permasalahan sepanjang abad. Permasalahan dikotomi ilmu dan agama membentuk stigma tertentu dalam masyarakat, dimana stigma tersebut akhirnya melahirkan perpecahan ditengah-tengah masyarakat. PII hadir untuk menjawab problem ini secara serius melalui sebuah gerakan pendidikan dan kebudayaan.

Bukan untuk ummat Islam tapi untuk ummat manusia

Dalam AD/ART Bab Tujuan PII, disebutkan bahwa PII bertujuan untuk mewujudkan kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan Islam bagi segenap rakyat Indonesia dan Ummat Manusia, dari redaksi tersebut dapat disimpulkan bahwa kehadiran PII selayaknya seperti kehadiran Islam yang diperuntukkan bukan hanya untuk ummat Islam, tapi untuk seluruh ummat manusia. Maka, peran ummat Islam bukan sebagai objek, tapi merupakan subjek bagi perubahan dalam kehidupan sosial yang mana peran tersebut dilakukan terutama oleh kader-kader PII sebagai representasi dari ummat Islam.

Organisasi Kader, Bukan Organisasi Massa

Fungsi utama organisasi PII adalah Pengkaderan. Aktivitas pengkaderan dilakukan untuk melahirkan Kader yang mengemban misi perjuangan organisasi seumur hidupnya. Kader adalah orang yang dipersiapkan dan dibekali kapasitas tertentu untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita. Kader bukanlah pengikut, tapi aktor penting yang bertugas memimpin, mengelola, merancang serta menjamin suksesnya misi perjuangan PII. Maka seorang kader harus secara terus menerus, melakukan aktivitas perjuangan melalui PII dan diluar PII dalam bentuk apapun sejauh masih bertujuan mewujudkan cita-cita PII. Berbeda halnya dengan organisasi massa yang tidak secara khusus melakukan pengkaderan dengan tujuan tertentu.

Anak Ummat, Milik seluruh ummat Islam

PII adalah wadah bagi seluruh anak ummat Islam, siapapun yang merasa dirinya pelajar yang beragama Islam dan berbangsa Indonesia, maka ia merupakan pelajar Islam Indonesia, buktinya PII boleh diikuti oleh seluruh pelajar Islam, tidak memandang latar belakang ras, suku, dan budaya. PII melebur kedalam seluruh kehidupan keummatan dalam segala aspeknya. PII adalah milik segenap ummat Islam, PII adalah miniatur ummat Islam, representasi generasi milenial Islam yang sedang secara sadar dan terbuka dengan ide-ide perubahan. Karena kehadirannya adalah representasi ummat Islam, maka PII harus hadir dan melebur ditengah-tengah kehidupan ummat.

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker