FeaturedJalan Pinggir

Berbarislah, Jangan Cuma Berkerumun dan Bergerombol

Hendrajit (Wartawan Senior)

Kita ini punya kecenderungan buruk. Lebih suka berkerumun daripada berbaris. Padahal di Islam selalu diserukan untuk merapatkan shaf. Merapatkan barisan.

Alhasil, bahkan di dunia politik sekalipun, tidak pernah tercipta yang namanya komunitas. Sebab komunitas sejatinya merupakan barisan, bukan gerombolan.

Gerombolan lahir dari kerumunan orang orang yang kemudian disatu-satukan. Komunitas lahir dari suatu jaringan terorganisir. Yang mana meskipun berbagai komponen terpisah satu sama lain, namun bersenyawa dan sejiwa.
Dalam model seperti ini, cita cita bersama, visi, dan strategi, akan membentuk orientasi kepemimpinan politik pergerakan. Dengan begitu, komunitas akan jadi sumbu pergerakan. Bukannya para pemimpin gerombolan.

Kalau gerombolan, begitu pemimpinnya ditangkap, kocar kacir lah para anggotanya. Dis-orientasi dan akhirnya frustrasi.

Sedangkan komunitas yang bersendikan jaringan terorganisir, bukan saja akan bertahan. Bahkan bisa menentukan model model organisasi sesuai kebutuhan dan tantangan jaman.

Namun logika gerombolan, karena watak dasarnya untuk berkerumun daripada berbaris, punya hobi sedikit sedikit bikin organisasi ini dan itu. Padahal gagasan masih mentah, jaringan belum tersusun, komunitas masih belum tergambar kayak apa modelnya.

Alhasil, organisasi bukan bersendikan komunitas dan barisan, tapi kerumunan orang yang menjelma jadi gerombolan. Ikatan yang terbangun adalah insting perkawanan. Bukannya cita cita bersama atau ideologi.

Komentar Facebook

Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up