Dunia Islam

Tetap Ber-Pancasila Meski Belajar di Pondok Pesantren

Rangkuman

  • Tujuan pendidikan pesantren adalah menekankan pada perubahan sikap, etika yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Mulai dari sila ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan yang dijadikan landasan hidup bersama oleh santri di pesantren.

Oleh : Faishal Zhafran (Mahasiswa Teknik Mekatronika PENS Angkatan 2015)

Generasi masa depan bangsa harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. Sebagai pandangan hidupnya. Salah satu cara untuk mengusahakan hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan di pesantren. Pendidikan pesantren mempunyai tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar dan kemuliaan akhlak santri. Selain itu juga ada wadah untuk
mengembangkan bakat melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Santri akan diberikan berbagai keterampilan seperti menjahit, mengelola koperasi pesantren, berdakwah, bahkan ada yang dilatih menjadi seorang jurnalis. Keterampilan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan pengetahuan dan pola pikir kritis serta mengasah keterampilan yang dimiliki oleh santri. Tidak hanya itu, ilmu yang dipelajri di pesantren juga bisa dikembangkan di kehidupan sehari-hari ketika selesai studi.

Tujuan pendidikan pesantren adalah menekankan pada perubahan sikap, etika yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Mulai dari sila ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan yang dijadikan landasan hidup bersama oleh santri di pesantren.

Pondok pesantren hadir untuk melahirkan kualitas SDM Indonesia dalam hal keimanan dan ketakwaan dan meraih kesuksesan di dunia dan di akhirat. Selain itu, Islam juga menganjurkan tentang akhlak sebagai khazanah lambang keilmuan orang- orang Islam.

Penanaman nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan di pesantren dimulai dari penanaman kesadaran santri untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Adapun pendidikan yang dilaksanakan di pesantren terdiri dari Pendidikan formal dan nonformal.

Pendidikan formal

Pendidikan formal ini berkembang di pesantren karena kesadaran pesantren terhadap masa depan santri menyesuaikan dengan tuntutan zaman. Sehingga perlu adanya pengetahuan ilmu umum seperti pendidikan formal di luar pesantren untuk santri. Misalnya tentang Pendidikan Kewarganegaraan, Ilmu Pengetahuan Sosial , Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran lainnya yang bisa menanamkan kesadaran santri dalam ber-Pancasila.

Pendidikan nonformal

Pendidikan nonformal ini yang menjadi acuan serta prioritas setiap pesantren untuk menciptakan manusia yang mempunyai pemahaman yang bagus tentang ilmu agama. Misalnya tentang ilmu hadits, tauhid, fiqih, akhlak, dan tafsir Al-Quran. Materi ini diajarkan agar santri menjadi manusia berpengetahuan luas khususnya di bidang ilmu agama dan mempunyai kepribadian, akhlak, serta jiwa sosial yang tinggi.

Aktivitas Pesantren membangun kesadaran ber-Pancasila

Sebagaimana yang menjadi acuan dalam ajaran pesantren bahwa bentuk luasnya ilmu dapat dilihat dari kemuliaan akhlaknya. Selain itu, pesantren juga menerapkan aktivitas yang membangun kesadaran ber-Pancasila. Aktivitas ini merupakan program kegiatan rutin yang menjadi kewajiban para santri setiap harinya. Misalnya harus shalat fardhu berjamaah, kegiatan musyawarah dalam memecahkan masalah pelajaran atau masalah umum di luar pelajaran, shalat wajib lima waktu, shalat sunnah, membaca Al-Quran, membaca nadham, mengikuti kegiatan istighasah, kesadaran dalam menaati peraturan di pesantren, harus jujur, adil, mandiri, akur, toleransi, gotong-royong, giat belajar, menjaga kebersihan, kesopanan, ketaatan, cinta tanah air, dan turut mengikuti upacara bendera.

Selain itu, santri tidak boleh terlambat dalam mengikuti aktivitas di pesantren. Hal ini menanamkan nilai menghargai waktu, mandiri, menjaga kebersihan lingkungan dengan adanya piket kebersihan, kerja bakti setiap seminggu sekali.

Dalam pendidikan, tidak boleh terlambat masuk kelas, rajin belajar, berpakaian rapi, menjaga kesopanan, menghormati guru, taat pada guru, tidak mencemarkan nama baik sekolah, tidak melanggar apa yang menjadi peraturan sekolah dan pesantren.

Selain itu, pesantren juga menjaga nilai-nilai ada di dalam agama Islam seperti dilarang minum minuman keras, mencuri, berzina, membangkang pada pemimpin, dan selalu patuh dengan perintah Allah Swt. Pendidikan dan program-program merupakan bentuk peran pesantren dalam menanamkan nilai-nilai pancasila. (Fn)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up