Dunia Islam

SAMSUL MA’ARIF : DENGAN TAKWA KITA JAGA KEUTUHAN NKRI

Sidoarjo, Kanigoro.com – Dalam sejarah bangsa Indonesia perjuangan umat Islam selalu bertujuan menjaga keutuhan NKRI. Hal itu terjadi karena dengan takwa mengajarkan kita untuk menjadi bangsa yang kuat dan selalu bekerja keras membangun umat.

Demikuan ditegaskan Prof. Dr. Samsul Ma’arif,M.Si saat berbuka puasa dengan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Jawa Timur di kediamannya, Ahad (11/6).

Samsul mencontohkan, Kasman Singodimedjo saat merelakan penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta menyatakan, umat Islam ikhlas menanggalkannya demi kemerdekaan, kesatuan dan persatuan bangsa.

Demikian pula, sambungnya, saat terjadi pertempuran 10 November 1945 dengan pimpinan Bung Tomo merupakan jihad umat Islam. Termasuk saat umat Islam berjuang melawan Pemberontakan PKI di Madiun 1948 dan 1965.

“Karena itu jangan ajari umat Islam tentang NKRI. Umat ini seluruh sejarahnya sejalan dengan cita-cita republik ini,” simpul mantan
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional itu.

Bahkan, dalam Pengantar UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI antara lain dijelaskan bahwa TNI berasal dari rakyat, termasuk Hizbullah yang merupakan laskar umat Islam. “Itu sejarah yang tak bisa dipungkiri bahwa peran kyai dan umat dalam sejarah terbentuknya TNI sangat signifikan,” tandas Mayjen TNI Purnawirawan itu.

Menurut Samsul, yang penting digelorakan sekarang tidak cukup dengan slogan menjaga NKRI. Tapi, menjaga keutuhan NKRI. Dua hal yang sangat berbeda.

Menjaga NKRI saja bisa berarti NKRI-nya utuh, tapi sendi-sendi dan isinya keropos dan hilang. Dicontohkan, negara utuh tapi sumber daya alamnya hancur berantakan dan berkurang. Sementara sumber daya manusianya juga mengalami degradasi moral.

Sebaliknya, justru dengan spirit takwa umat harus kuat dan menjaga keutuhan NKRI. “Artinya, kita jaga NKRI ini lengkap dengan sendi dan isinya. Jangan seperti orang rumahnya utuh, tapi perabot dan hartanya dicuri perampok,” tegasnya.

Sebab itu, saran Samsul, umat harus waspada terhadap mereka yang rakus yang selalu menumpuk kekayaan bukan karena kerja keras, tapi karena diberi kesempatan. Mereka itu citizen, tapi tidak punya citizenship.

“Bayangkan mereka menumpuk harta karena keinginan (want) yang tanpa batas. Sebaliknya, umat Islam sekadar memenuhi kebutuhan (need) sesuai keperluannya. Dalam konteks inilah perlunya kebijakan politik yang tegas dan jelas dalam menjaga keutuhan NKRI,” pungkas Samsul. (ars).

Komentar Facebook

Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up