Dunia Islam

Riyadhi: Pelukis Cangkang dari Kebumen

Kebumen, Kanigoro.com – Apa yang bagi orang lain merupakan sampah dan tidak memiliki nilai ekonomis, bisa berubah menjadi bernilai setelah mendapat sentuhan tangan seorang seniman. Salah satu sampah itu adalah cangkang telur, yang ditangan Riyadhi, seorang pelukis senior Kebumen, bisa diolah menjadi karya seni bernilai tinggi berupa lukisan dari cangkang telur.

Ditemui di sela-sela pelaksanaan Pameran Seni Rupa “Bangga Kebumen” di rumah budaya Bumi Bimasakti, 2 s.d 8 Mei 2017, Riyadhi mengisahkan perjalanan kreativitasnya sampai kemudian memilih cangkang telur sebagai bahan untuk membuat karya lukisannya.

“Lukisan menggunakan cat minyak sudah banyak, sehingga lima tahun lalu saya mencoba mencari alternatif bahan lain untuk melukis, agar lukisan yang dihasilkan mempunyai nilai lebih,” kisahnya.

Menurut Riyadhi, pilihan cangkang telur untuk bahan melukis karena bahannya murah dan mudah didapatkan. Hanya penggunaan cangkang telur untuk melukis masih memerlukan pengolahan terlebih dahulu serta bahan pembantu berupa lem, pewarna dan melamine untuk proses finishing.

“Cangkang telur dicuci dulu sampai bersih, lalu diambil kulit arinya. Tujuannya agar lem bisa merekat sehingga tidak mudah lepas. Selanjutnya cangkang dikeringkan dengan dijemur,” jelas Riyadhi.

Obyek lukisannya pada dasarnya sama saja dengan lukisan lain, ada kaligrafi, pemandangan alam, tokoh dan sebagainya. Salah satu tokoh yang pernah dilukis dengan cangkang telur adalah Bupati Kebumen periode 2010-2015 Buyar Winarso.

Selama ini proses mengerjakan sebuah lukisan, menurut Riyadhi bisa memerlukan waktu 2-3 pekan. Lamanya waktu tersebut juga sangat tergantung pada tingkat kerumitan lukisan.

“Pewarna yang saya gunakan sejenis plitur biar tampak klasik, coklat. Proses sekanjutnya untuk mengeluarkan efek putih dari cangkang telur dengan diamplas sampai halus. Baru kemudian dilapis dengan melamin,” ujar Riyadhi menjelaskan proses akhir pembuatan karya lukisannya.

Even pameran lukisan dan seni rupa lainnya di Kebumen masih belum banyak, demikian juga dengan peminat dan kolektornya. Sehingga sampai saat ini Riyadhi juga belum pernah melakukan pameran tunggal karya-karya yang pernah dibuatnya. Hanya kalau ada even-even pameran seperti Kebumen Expo yang diselenggarakan setiap tahunnya, Riyadhi menyewa salah satu stan untuk memajang karyanya. Melalui even seperti itu pula, Bupati Kebumen periode 2010-2015 Buyar Winarso berkenan membeli lukisan foto profil dirinya yang dibuat dengan cangkang telur oleh Riyadhi.

Dalam pameran seni rupa “Bangga Kebumen” yang dibuka Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad, 2 Mei lalu, karya-karya Riyadhi yang ikut dipajang juga menarik perhatian pengunjung termasuk Yahya Fuad.

“Ya, mudah-mudahan nantinya ada karya saya yang dipasang di salah satu ruang kerja Bupati Kebumen, atau di ruang tamu tempat Pak Bupati menerima tamu-tamu dari luar daerah. Siapa tahu dengan melihat karya saya, tamu-tamu dari luar daerah semakin tertarik dengan Kebumen,” harap Riyadhi yang sehari-harinya mangkal di kiosnya “Kandank Seni”, jalan Ronggowarsito, Pejagoan.

Sewaktu membuka pameran seni rupa “Bangga Kebumen”, Yahya Fuad memang mengharapkan peran pelaku seni budaya membantu pariwisata Kebumen. Karena menurutnya 60% perkembangan pariwisata dipengaruhi oleh faktor budaya, sementara pariwisata alam hanya 30% dan pariwisata buatan 10%.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up