Dunia Islam

Presiden Nusantara Fondation Amerika Serikat Beri Tausiyah dalam Halal Bihalal Wanita Islam

Kanigoro.com – Wanita Islam (WI) mengadakan Halal Bihalal  yang diinisiasi oleh Pengurus Daerah Pare-Pare Sulawesi Selatan. Kegiatan ini turut mengundang Presiden Nusantara Fondation Amerika Serikat, Imam Syamsi Ali sekaligus memberikan tausiyah.

Halal bihalal yang dilakukan melalui aplikasi Zoom ini mengambil tema “Merajut Ukhwah, Menguatkan Dakwah Menghadapi Islamphobia Global”. Imam Syamsi Ali menyampaikan tausiyahnya dimulai dari bagaimana menghadapi islomphobia, yang pada puncaknya saat terjadi pengeboman gedung WTC tahun 2001. 

Dia mengatakan, ketika peristiwa pengebomam gedung WTC itu, umat Islam menjadi tertuduh.

“Hal itu sungguh berat bagaimana merubah wajah Islam dari kebencian menjadi diminati. Tetapi saat itulah Islam harus menampilkan wajah Islam yang arif bijaksana , dengan Akhlak yang mulia secara kaffah.” kata Imam Syamsi Ali yang merupakan pendakwah di negara Paman Sam ini 

Imam Shamsi Ali melanjutkan, sebaliknya saat pandemi Corona di Amerika, Islam tidak dikaitkan dengan peristiwa itu, tetapi Islam menjadi solusi. 

“Muslim Amerika mengambil peran dengan membagi makanan yang di antarkan di depan rumah-rumah mereka. Hal ini membuat Islam mendapat simpati, termasuk perjuangan kita untuk meliburkan Idulfitri dan Idul’adha, mengusahakan makanan halal di sekolah-sekolah. Alhamdulillah, sampai saat ini sudah ada walikota dan polisi yang menjadi muslim. Perjuangan ini tidaklah mudah.” tambahnya.

Selanjutnya, dalam kesempatan tanya jawab Marfuah Musthofa sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Wanita Islam diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan, “Bagaimana mengimplementasikan ritual ibadah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”. 

Imam Syamsi Ali menjawab pertanyaan Marfuah dengan jelas. “Ritual ibadah yang dilakukan bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan berdampak sosial yang positif, seperti sholat, zakat membersihkan diri dari ketamakan duniawi. Tazkiatunnafs ada pada nilai spiritualitas, puasa juga demikian, akan menjadi karakter, ibadah dapat berdampak bagi kehidupan sosial. Kemudian, hablum minallah harus sinkron dengan hablumminannas. Ketika kita mengucapkan Assalamu’alaikum itu menebarkan keselamatan. Ketika kita mengucapkan Allahu Akbar, itu merupakan kemuliaan, bukan kesombongan dan tidak boleh juga kita rendah diri.” 

Imam Syamsi Ali juga berpesan kepada Wanita Islam. “Kegiatan Wanita Islam yang merupakan Peran ibu-ibu Wanita Islam sangat positif bagus, jika para ibu  sudah mengambil tanggung jawab yang baik, insyaallah akan membantu membangun tatanan masyarakat. Mari membangun keilmuan, ahlak, menengok sejarah pada  masa Sahabat  bahwa Sayyidah Aisyah adalah professor yang menjadi rujukan para sahabat, maka peran wanita sangat penting terutama perannya dalam mendidik.”

Mendidik Putra bangsa adalah salah satu semangat yang di bangun oleh Organisasi  Wanita Islam dengan mendirikan Yayasan Pendidikan Bhakti Wanita Islam (YPB WI) yang  bergerak di dunia Pendidikan Formal. Saat ini membawahi sekitar 350 TK Islam, Raudhatul Athfal, Bustanul Athfal, TPA/TPA, Rumah Qur’an yang tersebar di Indonesia, SDI T/SMP Inklusi dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wanita Islam di Surabaya. 

“YPB WI terus berbenah, semoga  Allah meridhoi.” ujar Marfuah. (Fn)

Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: