Dunia Islam

Polisi & Bawaslu Harus Usut Tabloid Indonesia Barokah

Oleh: Abu Wildan

Beredarnya tabloid Indonesia barokah, bukanlah bahan bacaan yang pantas bagi ahli masjid dan anak didik di pesantren yang dititipkan oleh orang tuanya untuk belajar agama dengan benar. Bukan beragama dengan sinis, iri, dengki, dan penuh kebencian pada sesama.

Tabloid bahaya. Merupakan selebaran gelap yang mengandung fitnah menyesatkan dan berisi kampanye hitam tendensius. Bawaslu tidak boleh mengelak. Demikian juga polisi harus menelusuri, menindak, mengusut tuntas karena ada sejumlah nama yang menjadi redaktur, staf redaksinya dan di mana alamat tabloid black campaign itu berdomisili.

Tabloid Indonesia Barokah tersebar ke masjid masjid, isinya dianggap black Champaign kepada Capres nomor 02. Siapa dalang nya? (Foto.ist)

Betapa serius program penyebaran ini. Berbiaya besar, patut diduga ada pengelola kuat yang melakukan kegiatan tidak pantas ini.

Para sholihin jangan pasif. Tetaplah kritis dan korektif terhadap pihak yang memanfaatkan peluang meracuni opini umat Islam dalam masa kampanye pilpres yang semakin menghangat.

Siapa pun boleh berselancar di samudra medsos. Asal bukan kabar fitnah, adu domba dan hoax. Memang harus sedikit cerdas untuk memilah lingkup masalah yang selalu berkembang. Percuma, menyebar selebaran gelap berupa tabloid, sebab mayoritas rakyat Indonesia, kini sudah pintar menilai. Apalagi banyak masyarakat yang ingin ganti presiden secepatnya.

(Sudono Syueb/ed)

 

* Penulis adalah seorang mubaligh, tinggal di Jawa Timur

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait