Dunia Islam

Peringatan Harba PII 71 dan Pelantikan PC KBPII Kota Yogyakarta

Kanigoro.com – “Kita perlu bersyukur kepada Allah karena dari 5 program yg harus dilakukan PW KBPII Yogyakarta Besar (Yogyakarta Besar), sesuai dengan amanat Muktamar V, KBPII Yogbes sudah melaksanakan 3 program yaitu membangun gedung kesekretariatan, mendirikan LBH Catur Bhakti dan membangun database KBPII”, kata M Halimi, ketum PW KBPII Yogyakarta Besar dalam Pelantikan PC KBPII Kota Yogyakarta, Kamis (10/5 2018) di gedung KBPII/YKU Yogyakarta.

Pelantikan PC KBPII Kota Yogyakarta ini yang pertama, ketuanya Ir. H. Widiyantoro.
Lebih lanjut Halimi menyampaikan bahwa masih ada program yang belum bisa direalisasi yaitu mendirikan lnstitusi Pendidikan. Kita akan mendorong KBPII Kota Yogya untuk mendirikan lembaga pendidikan itu, dan sudah tercetus ide mendirikan pendidikan Tunas Pelajar Islam, yang memadukan pendidikan umum dan keislaman. Sedang murid muridnya adalah pasca TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an) yaitu anak anak SMP kelas 1,2 dan setelah kelas 3 kita ikutkan Batra PII. Kemudian alumni Batra PII itu diharapkan bisa mendirikan Kömisariat-komisariat PII. Ini merupakan strategi antara untuk menghidupkan PII secara berkelanjutan.

“Sebagai pilot project, akan dilaksanakan di masjid-masjid atau di rumah-rumah pinggiran kali Code sebagai tempatnya”, tutur Halimi yang sudah menjabat Ketum PW KBPII 2 periode ini.

Sementara itu Refleksi Harba PII ke 71 disampaikan oleh alumni PII Yogyakarta angkatan tahun 80an yaitu ustaz Jazir Asp yang berbicara tentang sejarah berdirinya negara Indonesia.

“Umat Islam lndonesia telah banyak berkorban dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan menyetujui dihilangkannya 7 suku kata dalam Preambule Piagam Jakarta. 7 suku kata itu adalah: Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat lslam Bagi Pemeluk Pemeluknya”, tutur Jazir yang dikenal sebagai salah satu tokoh yang ikut membangun manajemen masjid Jogokaryan Yogyakata.

Lebih lanjut, ustadz Jazir mengatakan, “Kalau bapak bapak kita sebagai Founding Fathers negara Indonesia telah berjuang sedemikian rupa, maka kita sekarang ini, sebagai alumni dan aktifis PII harus melanjutkam perjuangan bapak-bapak kita dengan melakukan proses belajar mengajar agar menghasilkan pemuda-pemuda yang cerdas, berakhlaqul karimah dan bermetal baja.”. (th)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait