Dunia IslamFeatured

Pelajaran Indah dari Ijtima’ Asia 2020: Kerjasama Ulama, Umat dan Umara ketika Wabah Corona

Doa Haru

Kanigoro.com – Virus Corona atau Covid-19 yang melanda dunia, mempengaruhi segenap aktivitas, termasuk kegiatan Ijtima’ Dunia Kawasan Asia tahun 2020, yang berlangsung tanggal 19 – 22 Maret 2020 di Pakatto, Sulawesi Selatan.

Sebagaimana diketahui, hampir seluruh dunia, pemerintah dan warganya melakukan ikhtiar menghentikan penyebaran virus Corona dengan menerapkan Social Distance Measure. Sehingga seluruh kegiatan yang mengumpulkan massa dan mempertemukan umat manusia dihentikan untuk sementara. Bahkan yang paling ekstrem, pemerintahan Kerajaan Saudi Arabia menghentikan kegiatan umroh dari seluruh penjuru dunia.

Namun pada saat bencana wabah Corona merebak dan mulai masuk ke Indonesia, Syuro Tabligh Indonesia yang bermarkas di Masjid Al Muttaqien Ancol, sudah melaksanakan kegiatan Akbar Ijtima’ Asia tepatnya 19-22 Maret 2020.

“Untuk yang pertama kalinya, Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan Ijtima’ Asia, yang bertempat di Pakatto Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, mulai tanggal 19-22 Maret 2020, yang dihadiri umat Islam dari seluruh provinsi di Indonesia dan utusan dari 48 negara di Asia”, demikian penjelasan Ketua Panitia Ustadz Ishak Gani, Kamis (19/3).

Tujuan Ijtima’ adalah untuk meningkatkan iman dan taqwa bagi umat Islam di kawasan ini. Karena dengan iman dan taqwa akan turun rahmat dan barokah, sehingga tercipta suasana aman, damai dan sejahtera di bumi.

Suasan Ijtima Ulama di Pakato, Gowa Sulsel, Kamis (19/3).

Kegiatan Ijtima’ seperti ini telah dimulai sejak tahun 1980 di Jakarta. Setiap tahun meningkat dan pesertanya semakin banyak. Beberapa kali kegiatan ini bahkan dihadiri Wakil Presiden RI.

Mulai tahun 2020, kegiatan Ijtima’ meningkat ke level Asia, sebagai wujud partisipasi ikut serta melaksanakan ketertiban dunia, sebagaimana tercantum dalam amanah pembukaan UUD ’45.

Walau dari awal sudah diumumkan bahwa ijtima akan mulai tanggal 19 hingga 22 Maret, namun kenyataannya banyak peserta yang datang dengan kapal, sehingga mereka harus datang lebih awal karena menyesuaikan jadwal kedatangan kapal di pelabuhan Makassar.

Bahkan semua Masyaikh India yang awalnya akan masuk Indonesia pada tanggal 19 Maret 2020 sesuai jadwal pelaksanaan, namun karena menyesuaikan dengan jadwal penerbangan, mereka sudah hadir di lokasi Ijtima’ pada tanggal 17 Maret.

“Berdasarkan data yang masuk ke panitia, jumlah yang hadir mencapai 21.668 orang, dengan perincian 21.161 orang dari berbagai provinsi di Indonesia, dan 507 orang dari luar negeri”, tambah Ustadz Ishak Gani.

Setelah dilakukan musyawarah internal, maka pelaksanaan Ijtima’ dimajukan menjadi hari Rabu, 18 Maret dan dilanjutkan dengan program-program yang telah direncanakan sebelumnya.

Mengingat imbauan pemerintah tentang upaya menghindari kegiatan yang mengumpulkan massa, dan ajakan Gubernur Sulawesi Selatan dan Forkopimda Sulsel serta Bupati Kabupaten Gowa, agar kegiatan Ijtima’ diundur.

Hal ini menurut Ustadz Ishak Gani setelah panitia bermusyawarah dan meminta nasihat dari Masyaikh, dimana arahannya adalah menegaskan bahwa aturan baku dakwah kita di antaranya adalah: tidak melakukan kegiatan atau aktivitas yang melanggar aturan negara, apalagi dari pengalaman beliau, pemerintah Indonesia sangat kooperatif dengan kegiatan dakwah ini sejak puluhan tahun lalu.

Maka setelah bermusyawarah dengan Pemprov Sulsel, rangkaian kegiatan Ijtima’ yang sudah berlangsung tersebut dipercepat dan ditutup pada tanggal 19 Maret 2020. Adapun kelanjutan serta kesempurnaan Ijtima’ akan ditunda di waktu yang lain jika keadaan sudah memungkinkan.

Pemprov Sulawesi Selatan dengan sigap menyiapkan hotel untuk para tamu luar negeri dan asrama haji untuk tamu dalam negeri.

Demikian juga dari pihak TNI dan Polri telah membantu dalam pengamanan dan pengadaan lebih dari 80 kendaraan truk serta bantuan kendaraan bus dari Pemda Sulawesi Selatan.

Doa Haru Ijtima’ Ulama

Ijtima’ Asia resmi ditutup pada hari Kamis, 19 Maret selepas solat dzuhur dengan nasehat dan doa. Keharuan menyelimuti seluruh massa ketika memanjatkan doa untuk bangsa dan negara. Terutama doa agar bangsa Indonesia terhindar dari wabah Corona.

Ustadz Ishak Gani menuturkan betapa haru suasana massa yang hadir di Ijtima’ Asia ketika para Masyaikh membacakan doa untuk keselamatan bangsa.

“Tangis haru menyelimuti massa saat penutupan Ijtima’. Sudah lama tidak terdengar tangis doa dalam Ijtima’ seperti ini,” ujar Ustadz Ishak Gani.

Lahan yang dijadikan lokasi Ijtima’ di Pakatto seluas 11 ha dan nyaris setengahnya tertutup tenda peserta Ijtima’ menjadi saksi semangat dakwah dan jiwa besar untuk bermusyawarah antara Ulama, Umat dan Umara dimana dengan segenap kebesaran jiwa melakukan musyawarah untuk menghadapi persoalan besar Umat dan Bangsa.

Ustadz Ishak Gani juga menghaturkan syukur karena seluruh peserta Ijtima’ dinyatakan sehat dan tidak ada yang terjangkit virus Corona.

Atas segala dukungan dan kerjasama indah seluruh Aparat Pemerintah, Syuro Indonesia dan Penanggungjawab Masjid Jami Al-Muttaqien Ancol Ustadz Muhammad Muslihuddin Ja’far menghaturkan terima kasih yang tidak terhingga atas bantuan dan kerjasama pihak Pemerintah, TNI dan Polri dan khususnya Gubernur serta Forkopimda Sulsel, Pemerintah Kabupaten Gowa dan semua pihak atas bantuannya dalam pelaksanaan Ijtima’ Asia sehingga berjalan sangat kondusif, aman sampai kepulangan peserta ke daerah masing-masing, baik peserta dalam negeri maupun peserta luar negeri.

Sementara di tempat terpisah, Presiden Joko Widodo, mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas keputusan ini.

“Presiden Joko Widodo mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang dengan tulus ikhlas mematuhi imbauan pembatasan sosial (Social Distancing) untuk menghindari atau menangkal penyebaran COVID-19,” ujar Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman dalam keterangannya. (Fn)

Selanjutnya

Artikel Terkait