Dunia IslamFeatured

Pelajar dari Empat Provinsi Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Desa di Paleran

Kanigoro.com – Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Timur adakan Pelatihan Kepemimpinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Desa di Paleran, Jember. Acara yang berlangsung selama dua belas hari ini telah dibuka sejak Sabtu (21/12) hingga 1 Januari 2020.

Berbeda dengan kegiatan pengabdian desa ala mahasiswa yang biasa disebut dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN), pelatihan ini mengharuskan setiap peserta untuk tinggal bersama orang tua asuh di Desa Paleran.

“Jadi, satu peserta tinggal di satu rumah yang biasa kita sebut dengan orang tua asuh. Di sana para peserta akan ikut terlibat dengan kegiatan orang tua asuh, mulai dari memasak, membersihkan rumah, hingga beternak ayam dan lele, serta banyak kegiatan lainnya.” ujar Roro Syariati Sani, ketua tim pengelola pelatihan.

Pelatihan yang diadakan setiap libur semester ini diikuti oleh 16 peserta terpilih dari empat provinsi, yaitu Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan. Untuk dapat menjadi peserta Pelatihan Kepemimpinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Desa, calon peserta harus melewati serangkaian seleksi yang ketat.

“Pertama, calon peserta harus merupakan kader Pelajar Islam Indonesia yang telah lulus pengkaderan tingkat dasar (Leadership Basic Training) yang diikuti oleh ratusan peserta. Selanjutnya, calon peserta yang terdiri dari pelajar sekolah menengah hingga mahasiswa ini harus mengikuti serangkain tes keilmuan, diantaranya mereka harus membuat makalah dengan tema tertentu dan juga meresensi buku.” tambah Roro.

Tidak hanya itu, calon peserta juga diberikan tantangan untuk mengadakan proyek sosial dan proyek bisnis di daerahnya masing-masing. Proyek sosial yang diadakan oleh calon peserta sangat beragam, mulai dari membuat Taman Pendidikan Anak (TPA) hingga menginisiasi gerakan sadar lingkungan. Begitu juga proyek bisnis, calon peserta sangat kreatif dalam menjual produk dan jasa mereka.

Adapun hasil keuntungan dari proyek bisnis ini, nantinya seratus persen akan disumbangkan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat desa. Terakhir calon peserta harus memenuhi syarat keislaman, mereka diharuskan menghafal surat-surat dalam Al Qur’an yang ditentukan oleh tim pengelola, juga menghafal Hadits Arba’in.

Selain ikut pada kegiatan orang tua asuh, peserta Pelatihan Kepemimpinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Desa ini juga dilatih untuk menjadi kader yang pelopor. Mereka diberikan banyak materi kepemimpinan dalam sesi in class program, mereka juga ditantang untuk menghidupkan masjid-masjid di lokasi pelatihan dengan cara mengelola Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) dan mengisi ceramah setiap Subuh dan Maghrib.

Roro menjelaskan, Pada puncak pelatihan nanti, peserta akan melaksanakan proyek sosial yang melibatkan penduduk desa. Serangkaian kegiatan ini bertujuan agar peserta mempunyai karakter pelopor yang mampu menjadi teladan dalam kebaikan di masyarakat.

Achmad Hartono, Ketua Umum Pengurus Wilayah PII Jawa Timur juga berharap agar peserta mampu menjadikan PII di daerahnya masing-masing sebagai organisasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Para peserta merupakan pengurus PII di daerahnya masing-masing, harapannya setelah selesai dari kegiatan ini mereka mampu menjadikan PII sebagai organisasi yang mampu hadir sebagai solusi permasalahan masyarakat. Juga diharapkan mereka dapat menjadi kader teladan yang senantiasa menebar kebaikan dimanapun mereka berada”, kata Hartono. (Sandi/Fn)

Kegiatan peserta di orang tua asuh: mengatur bibit tanaman yang akan dijual.

Kegiatan peserta di orang tua asuh : berternak ayam petelur

Kegiatan peserta di masyarakat : mengajar mengaji di TPQ

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: