Dunia Islam

Nasrullah: Perbedaan Pilihan Politik Tidak Perlu Menjadi Pemicu Perpecahan

Jakarta, Kanigoro.com – “KBPII berasal dari berbagai latar belakang ormas, organisasi profesi maupun partai politik. Dalam Pemilu 2014, baik pileg maupun pilpres anggota KBPII sempat berbeda pilihan politik. Ada yang mendukung Prabowo, ada juga yang mendukung Jokowi. Demikian juga saat Pilgub DKI Jakarta 2017 yang baru saja berlalu, juga ada yang berbeda pilihan politik. Ada yang mendukung Anies, ada juga yang mendukung Ahok. Itu semua mestinya hanya merupakan perbedaan pilihan politik yang wajar saja. Jadi setelah Pilkada mari kita bersatu kembali dalam wadah KBPII,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PB-KBPII) Nasrullah Larada saat memberikan sambutan pada kegiatan Ifthar Jama’i (Buka Puasa Bersama) putaran pertama Rabu (31/5) malam di Rumah KBPII, jalan Cikatomas 1 No. 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Selanjutnya Nasrullah menekankan bahwa dengan keragaman latar belakang KBPII sebenarnya memiliki potensi untuk bersatu menjadi salah satu komponen kekuatan umat Islam yang disegani. Dalam kehidupan berdemokrasi, menurut Nasrullah sangat wajar bila seorang muslim mendasarkan pilihannya dalam pilkada atas dasar kesamaan agama.

“Sah-sah saja suatu daerah yang mayoritas penduduknya muslim menginginkan pemimpin dari kalangan muslim juga. Yang tidak boleh adalah menghalangi orang hendak mencalonkan diri dalam pilkada,” tegas Nasrullah yang juga Bendahara Umum DPP PAN.

Menurut Nasrullah, dengan segenap potensi yang ada, KBPII akan ikut mendorong daerah-daerah mayoritas muslim seperti Kalbar, agar memunculkan satu pasangan cagub-cawagub muslim saja, sehingga lebih berpeluang untuk menang. Demikian juga apabila ada KBPII yang berniat maju dalam pilkada akan didukung apabila memang hasil surveynya bagus.

Sebagaimana diketahui tahapan pilkada serentak 2018, sudah akan dimulai pertengahan 2017 ini, sehingga figur-figur yang dinilai berpeluang untuk berkompetisi dalam pilkada sudah mulai bermunculan. Salah satu KBPII yang disebut-sebut akan maju dalam pilkada adalah mantan Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad. Purnawirawan Polri kelahiran Bima, 17 Oktober 1949 disebut-sebut akan maju dalam Pilgub Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kalau memang hasil surveynya bagus, tentu akan kita bantu untuk bisa mendapatkan partai-partai pengusung dalam pilkada,” jelas Nasullah.

Acara Ifthar Jama’i yang diselenggarakan Pengurus Besar Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PB KBPII) tersebut merupakan awal dari rangkaian kegiatan selama bulan Ramadhan yang direncanakan secara bergilir di beberapa tempat. Dalam kesempatan tersebut selain para pengurus KBPII dan aktivis PII, tampak hadir juga tokoh-tokoh senior anggota DPD RI A.M. Fatwa dan mantan diplomat Hidajat Kusdiman dan Ketua KB PII Sulawesi Selatan Prof Aris Munandar.

Kegiatan berikutnya akan dilaksanakan Selasa (7/6) bertempat di rumah dinas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, yang juga salah seorang KBPII asal Jawa Timur.

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait