Dunia Islam

Nasihat KH Ma’ruf Amin kepada Syuro Alami Tabligh Indonesia

Kanigoro.com –  Syuro Alami Tabligh Indonesia awal Januari 2018 berkunjung ke kediaman Ketua MUI KH Ma’ruf Amin. Kunjungan silaturahim empat tokoh Tabligh Indonesia yang dipimpin oleh KH Muslihudin Jafar untuk meminta nasihat dan arahan dari Kyai Ma’ruf menjelang Ijtima Tabligh Indonesia.

Tradisi silaturahim kepada ulama merupakan tradisi Tabligh Indonesia sesuai nasihat Tokoh Tabligh, Maulana Ilyas Rah Alaih . Salah satu pesan penting Maulana Ilyas Rah Alaih, kepada para penerusnya agar gerakan dakwah harus dijalankan di bawah bimbingan dan pengawasan ulama. Oleh karena itu di manapun gerakan dakwah Tabligh harus berkonsultasi dan mendapat bimbingan ulama.

Untuk Indonesia, Tabligh menjadikan Majelis Ulama Indonesi (MUI) menjadi tempat untuk berkonsultasi dan mendapat bimbingan untuk menghindari penyimpangan dalam dakwah dan penyimpangan dalam ajaran Islam.

Kepada Tabligh Indonesia, Kyai Ma’ruf Amin menyampaikan nasihat dan bimbingan agar perjuangan dakwah mengutamakan kolektifitas dan jamaah dan senantiasa berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ada empat hal disampaikan Kyai Ma’ruf kepada Tabligh Indonesia:
Pertama, Perjuangan dakwah ini jangan jalan sendiri sendiri, tetapi senantiasa harus berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kedua, Negara Indonesia didirikan atas dasar kesepakatan dan Indonesia bukan negara Islam dan bukan pula negara sekuler. Kegiatan dakwah umat Islam Indonesia tidak ada amir seperti zaman sejarah peradaban Islam. Oleh karena itu dakwah dikoordinasikan oleh amir kelembagaan. Maka MUI melakukan pendekatan perwakilan kelembagaan yang berhimpun di dalamnya perwakilan dari berbagai lembaga keagamaan. “Kita tidak memiliki amir tapi kita memiliki pemimpin lembaga yang memimpin dakwah dengan dasar musyawarah”.

Ketiga, Kyai Ma’ruf mengharap kepada Syuro Alami Tabligh Indonesia agar menjaga ukhuwah Islamiyah dan menghindari konflik dan perpecahan.

Keempat, Lembaga Musyawarah harus betul-betul berfungi menjadi lembaga yang dapat memberikan arahan dalam berbagai kegiatan dakwah

Ijtima Tabligh Indonesia
Tanggal 16- 17 Februari 2018, Tabligh Indonesia menggelar Ijtima Tabligh Indonesia di Islamic Center Jakarta, yang dihadiri sekitar 10 ribu perwakilan dan aktivis Tabligh dari Jawa, Banten, DKI dan utusan dari beberapa negara asing termasuk perwakilan dari Madinah dan Mekkah.

Ijtima Tabligh Indonesia juga dihadiri perwakilan MUI dan mengukuhkan nasihat Kyai Ma’ruf dengan melakukan Ijtima Tabligh Indonesia di beberapa derah seperti Pulau Kalimantan bertempat di Kalimantan Selatan dibuka oleh MUI Kalimantan Selatan, Ijtima di Papua meliputi Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat bertempat di Papua Barat dan dibuka MUI Papua Barat. Ijtima untuk kawasan NTT, Bali dan NTB bertempat di NTB yang dibuka oleh MUI NTB dan Ijtima untuk wilayah Sulawesi yang diselenggarakan di Makassar dan dibuka Ketua MUI Sulawesi Selatan.

Tabligh Indonesia merupakan gerakan dakwah yang memiliki karakteristik sebagai satu gerakan dakwah yang lembut, memiliki kesabaran dan begitu tinggi ikromul muslimin (melayani dan pengabdian sesama muslim) serta mengutamakan kasih sayang sesama umat.

Tabligh Indonesia juga menjadi salah satu gerakan dakwah yang mandiri dimana semua aktivitas dan kegiatan dakwah diselenggarakan secara mandiri dan tidak membebankan dana kepada masyarakat tapi menjadi beban dari individu yang hadir dan menjadi penggerak dakwah.

Disamping silaturahim umat Islam, Ijtima Tabligh juga dilanjutkan dengan mengirimkan rombongan-rombongan dakwah ke dalam dan ke luar negeri dengan biaya masing-masing Kegiatan dakwah ini berlangsung selama 40 hari dan 4 bulan dengan target untuk memperbaiki diri sekaligus mengajak umat Islaam untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah Swt.

Ribuan Umat Islam mengikuti Ijtima Tabligh Indonesia di Islamic Center Jakarta, 16-17 Februari 2018/ ist

Pembukaan Ijtima Tabligh
Mewakili Ketua MUI Pusat, KH Zulfa Mustafa, MUI menyambut gembira penyelenggaraan
Ijtima-ijtima di Indonesia di tujuh kawasan. Apalagi ijtima tersebut juga mengeluarkan keputusan untuk mengirimkan rombongan dakwah di dalam maupun luar negeri.

Menurut KH Zulfa Mustafa, hasil nyata dengan usaha dan gerakan Dakwah Tabligh yakni meningkatnya kesadaran Umat Islam untuk mengamalkan Islam dalam kehidupan sehari-hari dan masjid-masjid yang kosong menjadi makmur kembali.

“Jika dakwah ini hanya dibebankan kepada ulama dan para kyai maka tidak akan cukup, maka sudah benar Dakwah Tabligh ini adalah tanggungjawab setiap Muslim. Dakwah Tabligh adalah fardu kifayah bagi umat Islam”, kata Kyai Zulfa.

Kyai Zulfa juga mengajak para dai agar selalu belajar ilmu agama dan ilmu pengetahuan sebagai bekal berdakwah di masyarakat. Kyai Zulfa Mustafa juga membuka secara resmi kegiatan Ijtima Tabligh, mewakili Ketua MUI.

Tausyiah Kyai Muslihudin
Sementara itu Kyai Muhammad Muslihudin mewakili Syuro Indonesia menyatakan, Ijtima adalah pertemuan Umat Islam dan atas nama Islam sebagai bagian dari Umat Islam. Ijmita bertujuan untuk menyeru, mengimbau kepada umat manusia untuk saling menghargai, menghormati, dan menyayangi sesama manusia. Sebagamana firman-Nya:

يا ايها الناس انا خلقناكم من ذكر والانثى وجعلناكم شعوبا وقباءل لتعارفوا ان اكرمكم عند الله اتقاكم.

Perbedaan gender, suku bangsa, agama dan pemahaman sesama umat beragama, supaya jangan menjadi perselisihan dan permusuhan. Tapi hendaknya saling menghormati, menyayangi, dan hidup berdampingan secara damai.

لكم دينكم ولي دين

Khusus kepada umat Islam, Kyai Muslihudin mengajak untuk meningkatkan amalan ibadah dan da’wah. Karena dengan ibadah akan mencapai kemakmuran dan kesejahteraan sebagaimana cita-cita bangsa Indonesia. Seperti dalam firman-Nya:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَاتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْأَرْضِ

Kyai Muslihudin mengingatkan dengan meluangkan waktu untuk berdakwah, maka akan turun hidayah. Keutamaan dakwah lainnya, semenjak pagi hingga petang untuk berdakwah di jalan Allah itu lebih baik daripada untuk mengejar dunia dan segala isinya. Karena amalan dan pengorbanan harta sewaktu berdakwah, akan digandakan pahala sampai dengan 700.000 x lipat dan berbagai keutamaan lainnya.

Kyai Muslihudin menambahkan dalam dakwah untuk mencegah penyimpangan maka kita harus selalu meminta bimbingan dan arahan para Ulama. **

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait