Dunia IslamFeatured

Muhammad dan Pertanian

Telaah Singkat Peristiwa Hijrah dan Pembangunan Pertanian dalam Sejarah Islam

Oleh: Nu’man Iskandar (Ketua Brutal dan Ketua PB STII)

Hijrah sering hanya dipandang satu sisi oleh umat Islam sendiri, yaitu peristiwa nabi dan ummatnya mempertahankan aqidah an sich, menegakkan kalimat tauhid. Hal lain, hampir sama sekali tidak terungkap. Salah satunya tentang pertanian. Di Madinah, nabi pertama membangun pertanian. Pertanian menjadi salah satu pilar penting berhasilan dakwah nabi setelah hijrah.

Lingkungan geografis semenanjung arab yang terdiri dari hamparan gurun, sering dipandang bahwa bukan merupakan lahan yang tepat untuk pertanian. Ditambah lagi perspektif umat Islam di Indonesia, bahwa bertani terbatas hanya menanam padi, jagung dan sebagainya. Sehingga, gurun di sepanjang semenanjung arab adalah bukanlah lahan pertanian. Pandangan ini tidak salah, tetapi menjadi terlalu sempit. Kurma dan buah-buahan tanaman yang tumbuh di gurun adalah hasil pertanian, setara dengan hasil tanaman wilayah tropis.

Kesalahan ini yang menjadikan bahwa peristiwa-peristiwa agama dalam Islam, sangat jauh dari isu pertanian. Padahal jelas pada buku-buku fiqih, pada bahasan soal zakat hal yang pertama dibahas adalah zakat pertanian. Peristiwa hari raya Qurban pun sering sama sekali tidak difahami sebagai peristiwa pertanian.

Sangat paradoks memang, dalam semua buku fiqih di Indonesia, soal zakat yang pertama dibahas adalah hasil pertanian, tetapi pertanian tidak menjadi bahasan oleh umat Islam sendiri.

Juga, banyak yang lupa bahwa nabi dulu diasuh dan disusui oleh seorang penggembala, Halimah Sa’diyah. Dalam berbagai literasi, domba yang dipelihara oleh Halimah dan suaminya, kurus-kurus dan tidak menghasilkan susu. Tetapi setelah nabi dalam pengasuhannya, domba-domba tersebut gemuk dan menghasilkan susu yang melimpah. Nabi juga pernah menjadi penggembala. Peristiwa-peristiwa ini juga tidak pernah disebut bahwa kehadiran nabi, adalah keberkahan bagi pertanian.

Bagaimana setelah nabi hijrah ke Madinah? Disini juga banyak sekali kesalahan umat Islam secara paradigmatik. Dalam berbagai literatur waktu itu justru yang sering diceritakan bahwa yang dibangun pertama oleh nabi adalah pasar. Bahwa benar bahwa nabi membangun pasar, tetapi harus diketahui bahwa sebelum itu nabi membangun pertanian.

Apa buktinya? Pertama, kaum anshor membagikan lahannya untuk digarap oleh kaum muhajirin. (Catatan: aneh memang yang justru diingat oleh umat Islam saat ini adalah justru kaum anshor memberikan istrinya untuk dinikahi kaum muhajirin). Ini artinya, kaum muhajirin pada saat di Makkah adalah juga petani.

Kedua, jauh sebelum membangun pasar, nabi membangun pertanian sehingga dengan hasil itu pasar menjadi ruang untuk menjual hasil-hasil produksi pertanian. Dengan menguasai produksi hasil pertanian, nabi bisa membangun pasar yang sehat. Sistem yang ada pada waktu itu banyak tipu daya dan riba. Karena produksi dikuasai, pasar dengan mudah diatur. Tanpa menguasai produksi pertanian, mustahil bisa menguasai dan mengatur pasar.

Satu hal yang sering umat Islam lupa, mengapa umat Islam begitu kuat waktu itu bahkan ketika umat Islam diboikot dalam perjanjian Hudaybiah. Adalah umat Islam kuat dalam produksi pertanian dan pasar sehingga perjanjian itu tidak bisa digunakan oleh orang-orang kafir Quraish untuk menekan umat Islam. Ini menjadi faktor ketiga.

Tanpa memiliki cadangan pangan yang kuat, umat Islam akan dengan mudah jatuh pada boikot dalam perjanjian Hudaybiah itu. Pangan adalah kunci, tentu saja selain aqidah. Pangan yang kuat menjadikan boikot yang dilakukan terbukti tidak berlaku dengan sendirinya. Pangan adalah kunci kekuatan umat Islam waktu itu. Hanya saja ini tidak disebut dalam literatur sejarah Islam.

Melalui momentum peringatan tahun baru Hijriyah ini, tentu saja literatur pembangunan pertanian dalam peristiwa-peristiwa kenabian perlu diperkaya. Peristiwa hijrahnya nabi itu menyangkut semua hal dalam Islam, tidak hanya soal aqidah.

Islam itu kaya, termasuk kaya akan literatur pertanian dalam berbagai kisah kenabian, dari nabi Adam hingga Muhammad. Karena itu seharusnya, Islam berjaya dalam pertanian.

Peristiwa hijrah harus dimaknai secara lebih luas. Selamat tahun baru Islam 1441 H. Semoga kemanfaatan dan keberkahan bersama kita. Khususnya dalam pertanian. Amien

London Central Mosque, 5 September 2019.
Salam Brutal…

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up