Dunia Islam

Menyambut Bulan Training

Oleh: Musyadad Zein*)

Jika bagi umat Islam, bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa. Demikian istimewanya, banyak hal yang dilakukan untuk menyambut kedatangannya. Mulai dari pawai obor hingga berwisata ke pantai untuk memastikan masuknya bulan tersebut. Penyambutan bulan Ramadhan pun tidak hanya dilakukan secara seremonial belaka, kegiatan yang bersifat ruhiyah pun dilaksanakan agar menjadi manusia yang layak untuk memasuki bulan suci tersebut. Ada yang menyambutnya dengan berpuasa sunnah di bulan Sya’ban, bahkan ada yang menyambutnya dengan merutinkan bacaan Al Qur’annya. Semakin mantap bacaannya ketika memasuki bulan Ramadhan.

Aktivitas dalam menyambut Ramadhan bukanlah tanpa makna. Panggilan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan adalah panggilan khusus untuk orang-orang yang beriman. Di dalamnya terdapat suatu penghargaan tertinggi dari Allah SWT, yaitu predikat takwa. Dalam Islam, “takwa” adalah derajat tertinggi seorang manusia di hadapan Allah SWT. Imam Qurthubi mengutip pendapat Abu Yazid al-Bustami, bahwa orang yang bertakwa itu adalah: “Orang yang apabila berkata, berkata karena Allah, dan apabila berbuat, berbuat dan beramal karena Allah.”

Di dunia pelajar, kita mengenal yang namanya liburan semester. Masa itu biasa dimanfaatkan oleh kader Pelajar Islam Indonesia (PII) untuk mengadakan apa yang dinamakan dengan Leadership Training (Pelatihan Kepemimpinan). Baik tingkat dasar (basic) yang dikenal dengan Leadership Basic Training (LBT) maupun menengah (intermediet) yang dikenal dengan (Leadership Intermediet Training). Kegiatan tersebut tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Pelatihan ini sangat unik, karena yang menyiapkan dari awal hingga akhir adalah pelajar SMP, SMA atau sederajat. Mereka memiliki cita-cita yang sangat luar biasa untuk mengumpulkan pelajar dalam suatu tempat untuk belajar membaca dan merumuskan perannya sebagai pelajar muslim di Indonesia. Hal ini mereka persiapkan dengan sangat serius walaupun mereka tak mempunyai induk di atasnya. Mereka sangat independen dalam menggapai cita-citanya.

Independensi yang ada pada diri mereka ternyata tidak membuatnya berkecil hati. Karena mereka yakin bahwa apa yang mereka lakukan adalah proses belajar untuk membentuk kemandiriannya. Dengan keyakinannya, mereka dapat membuka ruang seluas-luasnya untuk berinteraksi dengan lingkungan sosial baik pemerintah, LSM, pihak sekolah, pelajar, dan sebagainya.

Keyakinan mereka terungkapkan dengan slogan yang biasa mereka ucapkan, yaitu “tandang ke gelanggang walau seorang”. Itu makna yang sangat filosofis. Karena di dalamnya mengandung arti keseriusan yang luar biasa dalam rangka menggapai cita-citanya. Spirit yang terdapat dalam ungkapan tersebut, maka lahirlah militansi dan kemandirian bagi setiap kadernya.

Aktivitas tersebut perlu mendapatkan sambutan yang luar biasa. Mereka patut disebut sebagai anak-anak langit. Karena di saat kebanyakan pelajar sedang menikmati asiknya berlibur, mereka lebih memilih untuk fokus terhadap cita-citanya tersebut. Mereka menyebarkan virus-virus positif untuk membangun semangat kepelajaran, keislaman, dan keindonesiaan kepada seluruh pelajar di lingkungannya. Mereka sangat percaya diri karena mereka yakin bahwa mereka adalah “leader tomorow”.

Pentingnya kegiatan ini perlu kiranya disambut kedatangannya. Layaknya bulan Ramadhan yang bertujuan untuk mencetak kader yang berpredikat takwa, maka bulan training juga bertujuan untuk mencetak kader yang beradab. Kader yang mampu memposisikan dirinya di tengah hegemoni ketergantungan umat. Misal dalam hal kepemimpinan, maka kader tersebut mampu menggunakan kekuasaannya secara mandiri dan konsisten sesuai proporsinya.

Bulan Desember telah tampak di depan mata kita. Hari libur semester pun terletak pada bulan tersebut. Nikmati dan bersuka citalah dengan hadirnya bulan training. Kegiatan ini untuk seluruh pelajar Islam yang berkebangsaan Indonesia. Untuk seluruh kader PII yang akan mempersiapkan kegiatan ini. Maksimalkanlah. Persiapkanlah layaknya muslim jaman now, mereka percaya diri meng-upload dirinya di IG, Line, FB, maupun medsos yang lain untuk memberikan pencerahan bahwa muslim keren itu seperti mereka.

Maka kita yang punya visi sama perlu mengenalkan kepada seluruh pelajar lewat medsos bahwa ikut training itu keren dan sangat menginspirasi untuk menyiapkan kita menjadi “leader tomorow”.

*) Kabid Kader PB PII.

Komentar Facebook

Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up