Dunia Islam

Melalui Pagelaran Wayang, Masjid Jogokariyan Serukan Anti Dominasi Asing

Kanigoro.con – Masjid Jogokariyan Yogyakarta, akan menyelenggarakan pagelaran akbar wayang kulit ‘Dipanegara’ ‘ dengan lakon Dipanegara Kridha bersama dalang Ki Catur Benyek Kuncoro, di halaman Masjid Jogokariyan, Sabtu malam (14/4).

“Ini bukan pagelaran wayang kulit biasa”, Kata ketua takmir Masjid Jogokariyan  Fanni Rahman melalui siaran tertulis yang diterima Kanigoro.com.

Apanya yang luar biasa? Fanni Rahman yang akrab dipanggil Abah Fanni ini menjelaskan, kisah Dipanegara Kridha diambil dari Babad Diponegoro ,  yang merupakan kisah sejak Pangeran Diponegoro lahir hingga perjuangannya yang luar biasa untuk melawan penjajah Belanda.

Semangat jihad yang menggelora untuk membela rakyat dan mengusir Belanda akan diceritakan sangat apik oleh sang dalang Ki Catur Benyek Kuncoro. Spirit jihad sang pangeran sangat bagus untuk kita teladani hari ini, apalagi di tengah keprihatinan kita terhadap Indonesia.

“Spirit sang Pangeran bisa kita jadikan semangat untuk mandiri sebagai sebuah bangsa, dan berani melawan dominasi asing yang hari ini banyak merampok kekayaan Indonesia”, ujar Abah Fanni.

Sebagai seorang panglima perang, pangeran Diponegoro juga dikenal sebagai pemimpin yang merakyat. “Diponegoro adalah seorang pemimpin yang terjun langsung dan memimpin kancah perjuangan, dan bukanlah pemimpin yang hanya pencitraan”, tambahnya.

Oleh karena itu, Abah Fanni berpendapat bahwa bahwa kemerdekaan Indonesia harus diwujudkan dalam kedaulatan penuh rakyat dan lepas dari dominasi asing. “Seluruh Indonesia menjadi 100% tanah air kita sendiri, rebut kedaulatan rakyat untuk menyelamatkan Indonesia. Tolak dominasi asing, atau kita menderita menjadi babu di negeri sendiri”, ujarnya.

Pagelsran Wayang Masjid Jogokaryan
Ki Catur Benyek Kuncoro, dalang Hip hop (ist)

Dalang Ki Catur Benyek Kuncoro adalah dalang muda kelahiran 1975 dan dikenal sebagai dalang hip hop dan banyak menguasai berbagai jenis musik baik tradisonal,  modern maupun kontemporer. Pentas wayang Ki Benyek menggunakan kombinasi musik tradisional dan modern sehingga menarik kalangan muda. Isu dan lakon yang dipentaskan juga mengandung cerita atau masalah masalah populer.

Pagelaran wayang kulit Diponegoro ini akan menjadi wadah tontonan (hiburan) dan tuntunan bagi masyarakat umum dan jamaah Masjid Jogokariyan. Uniknya lagi, panitia juga menyediakan panganan untuk penonton berupa Sego So’on dan wedang jahe, serta berbagai doorprize. (t)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya