Dunia IslamFeatured

Masjid Nurul Hidayah Koja, Pembina Buruh TKBM Tanjung Priok

Kanigoro.comMasjid adalah pusat pembinaan masyarakat. Ia tumbuh dan berkembang bersama denyut nadi jamaah. Maka aktivitas masjid semestinya akan senafas dengan denyut nadi dan kondisi masyarakat atau jamaah di sekitar masjid.

Meski harus memiliki beberapa standar yang sama sebagai tempat ibadah, wajah masjid di perkampungan tentu berbeda dengan wajah masjid di perkantoran, di kawasan elit. Bahkan dalam bentuk desain fisik, model bangunan satu masjid dengan masjid lain memiliki ciri khas yang berbeda-beda.

Demikian juga dengan aktifitas untuk membina jamaahnya. Semua memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Tetapi “ruh” masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat mestinya memiliki ciri khas yang sama, yakni harus punya kepedulian untuk membina jamaahnya, baik secara fisik maupun pembinaan mental.

Seperti yang dilakukan Masjid Nurul Hidayah di Kompleks Yayasan Usaha Karya (UKA) kawasan buruh bongkar muat Tanjung Priok. Masjid di kawasan RW 08 Tugu Utara, Koja Jakarta Utara. DKM Masjid menghidupkan masjid melalui kegiatan Jumat Barokah, santunan untuk warga yang sakit dan meninggal dunia. Serta program kepedulian sosial lainnya.

“Sebagian besar jamaah kita adalah buruh TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat). Mereka bekerja dengan sistem Shift. Masing-masing shift 8 jam kerja dengan penghasilan per shift sekitar 150 ribu,” ujar Ustadz Hermansya, sekretaris DKM Nurul Hidayah.

“Tapi jangan dibayangkan mereka kerja tiap hari. Dalam seminggu bisa saja mereka hanya bekerja 1 shift atau 2 shift tergantung kapal yang datang atau melakukan kegiatan bongkar muat barang,” tambah Ustadz Hermansya.

Aktifitas bongkar muat barang sekarang juga sudah banyak menggunakan alat alat modern sehingga jatah kerja para buruh makin sedikit. Sehingga TKBM semakin berkurang penghasilamnya. “Kalau lihat kehidupan mereka sehari-hari, secara ekonomi sungguh sangat memprihatinkan. Latar belakang inilah yang membuat kami ingin agar masjid memberikan kontribusi pada masalah ekonomi masyarakat. Khususnya para buruh TKBM”, tambah Ustadz Hermansya.

Menurut Hermansya, mulai tanggal 4 Oktober 2019, DKM Maslsjid Nurul Hidayah menggelar program Jumat Barokah melalui pembagian 3 kg beras bagi jamaah seusai seusai sholat Jumat.

“Program ini akan terus berlanjut hingga ada pemberdayaan ekonomi sehingga jamaah sudah mandiri”.

Disamping pembagian beras, DKM Masjid Nurul Hidayah juga memberikan bantuan rawat inap untuk warga sekitar masjid dan santunan biaya pemakaman jika ada warga yang meninggal. Program tersebut sudah dicanangkan sejak 6 bulan lalu dan banyak mendapat simpati dari masyarakat.

“Kami memberikan santunan tidak hanya untuk warga yang sering berjamaah. Semua warga sekitar masjid, kami bantu meski mereka tidak sering berjamaah di masjid,” kata Ustadz Hermansya.

Masjid Nurul Hidayah ingin menjadikan masjid sebagai tempat yang nyaman bagi umat. Semua jamaah yang menggunakan rumah Allah ini harus mendapat pelayanan yang baik dan khusyu dalam beribadah “Kalau mereka kehilangan sandal atau sepatu, kami ganti seadanya”, pungkasnya.

DKM Masjid mengundang semua kalangan yang ingin membina masyarakat khususnya Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) untuk hadir di Masjid yang terletak di RW 08, Koja, Tanjung Priok. Informasi juga bisa diperoleh melalui ketua DKM Ustad Wahyu atau Ustadz Hermansyah melalui telpon +6289618494922 ***

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya
Scroll Up