Dunia Islam

Lawan Hoax, GPII Gelar Festival Digital

Jakarta, Kanigoro.com – Pengurus Daerah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PD GPII) Jakarta Timur menggelar ‘pesantren digital’ selama Ramadan tahun 2017.

Pesantren Digital berbentuk talk show, workshop digital, festival digital dan santunan anak yatim yang dilaksanakan pada hari Ahad (11/06) pukul 08.00 s/d 14.00 WIB di masjid Istiqlal Jakarta.

Sebelumnya, pada Ahad pekan lalu (04/6) PD GPII Jaktim juga telah menggelar acara yang sama di Masjid Al Ikhlas Matraman Jakarta Timur.

Kegiatan ini sendiri membidik segmen anak muda Islam yang mau mengembangkan diri dengan dunia teknologi informasi di era digital ini.

Ketua Umum PD GPII Jaktim, Muhammad Putra Fajar menjelaskan pesantren digital mengajarkan peserta untuk memanfaatkan dunia digital berupa internet secara bijak dan meningkatkan peran remaja Islam dalam bidang soft skill yang berupa multimedia.

“Melihat kondisi sekarang ini, banyak bertebaran berita-berita di Sosmed berupa hoax dan kabar-kabar fitnah. Kami berinisitif mempelajari internet positif, pelatihan digital, stop motion dan cover majalah, diarahkan untuk sebagai internet positif. Kampanye media positif,” tutur Fajar.

Fajar berharap, nantinya para peserta, dan panitia mendapatkan pengetahuan baru tentang internet positif. “Jadi ya mereka bisa dengan bijak memakai internet dalam bersosialisasi. Tidak menyebarkan hoax dan SARA”, sebutnya.

Selain itu, kegiatan pesantren digital juga bertujuan untuk menunjukkan kepada publik bahwa GPII juga ikut berkontribusi untuk masyarakat.

“Jadi ini sebagai kampanye GPII juga bahwa gerakan ini, ya bukan sekedar untuk aksi (demonstrasi) semata ya, tapi kita juga ada kegiatan penting untuk masyarakat,” ungkap Fajar.

Sementara di kesempatan terpisah saat di hubungi redaksi, Miftahuddin Ketua Umum Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PW GPII) DKI Jakarta mengatakan, sangat mengapresiasi inisiatif dan kegiatan selama Ramadhan yang di laksanakan oleh GPII Jaktim ini.

“Ini sangat positif bagi anak-anak muda Islam dalam dunia serba digital seperti saat ini. Era digitalisasi seperti sakarang ini anak-anak muda dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam menggunakan teknologi IT”, ujar Miftah sapaan akrabnya.

“Kami akan dorong pegurus daerah lainnya di Jakarta seperti Jakpus, selatan, utara dan Barat untuk melakukan kegiatan yang sama diwilayahnya masing-masing, biar virus positif ini terus berlanjut”, tutup Miftah.

Komentar Facebook

Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up