Dunia IslamFeatured

Kolaborasi KKN UIN Yogyakarta-Banjarmasin dengan Yayasan Anti Kanker Indonesia Adakan Pelatihan Menanam Bibit Kunyit Putih untuk Anak-Anak Dusun Kapingrejo

KKN INTEGRASI-INTERKONEKSI UIN Sunan Kalijaga dan UIN Antasari Banjarmasin

Kanigoro.comUIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berintegrasi dengan UIN Antasari Banjarmasin mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integrasi-Interkoneksi di desa Wonokerto, Turi, Sleman, DIY. KKN ini dimulai sejak 1 Oktober 2019. KKN ini dibagi menjadi lima kelompok dengan menempatkan setiap kelompok dalam lima dukuh, yaitu Nganggrong Lor, Manggungsari, Sempu, Gondoarum dan Tunggularum.

Pada kesempatan ini, posko KKN di dusun Kapingrejo, dukuh Sempu mengadakan pelatihan Menanam bibit Kunyit Putih untuk Anak-anak. Pelatihan ini berkolaborasi dengan Yayasan Anti Kanker Indonesia, Ahad (27/10).

Ketua Posko KKN dusun Kapingrejo dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mengedukasi anak-anak sedari dini mengenal tanaman rempah-rempah.

“Indonesia yang kaya dengan tanaman rempah-rempah sudah sepatutnya dikenalkan kepada anak-anak sedari dini dan melatih mereka agar belajar menanamnya.” Kata Muhda.

Hadir dalam pelatihan ini Pembina Yayasan Anti Kanker Indonesia, Sutiyoso Wijanarko sekaligus sebagai pemberi bantuan bibit Kunyit Putih. Tak lupa dilakukan serah terima bibit Kunyit Putih dari Yayasan Anti Kanker Indonesia kepada mahasiswa KKN posko Kapingrejo.

Setelah penyerahan bibit Kunyit Putih, kegiatan dilanjutkan dengan menyertakan anak-anak untuk mencampur pupuk dan tanah. Kemudian dilanjutkan dengan memasukkan campuran tersebut kedalam polybag. Lalu bibit Kunyit Putih dimasukkan kedalam polybag yang telah berisi tanah.

Sutiyoso mengapresiasi pelatihan ini dengan sangat gembira. “Anak-anak sangat antusias dengan pelatihan ini dan berani kotor bersama saya dan para mahasiswa. Mereka juga aktif menuliskan nama pada polybag masing-masing dan menyiram tanaman mereka dengan suka cita.” Kata Sutiyoso.

Pelatihan menanam bibit Kunyit Putih dimulai pukul delapan pagi dan selesai tanpa kendala sebelum adzan sholat dzuhur.

Pelatihan ditutup dengan minum jamu bersama dengan anak-anak. Jamu tersebut juga pemberian dari Yayasan Anti Kanker Indonesia. (Red)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya
Scroll Up