Dunia IslamFeatured

Alumni PII Sumatera Utara Resmi Bentuk Yayasan Khittah Perjuangan 1947

Kanigoro.com – Yayasan Khittah Perjuangan 1947 resmi dibentuk oleh para Alumni PII Sumatera Utara, pembetukan yayasan tersebut dilaksanakan pada Rabu (24/6) di Basnul Coffee jalan Ring Road Nomor 100 Tanjung Sari Medan Selayang.

Salah satu penggagas (inisiator) Yayasan ini, H. Ahmad Husein mengatakan bahwa yayasan ini dibentuk dengan niat yang ikhlas, hati yang bersih dan tentunya mengharap Ridho dari Allah SWT.

Ahmad Husein yang kemudian dipilih menjadi Ketua Dewan Pembina Yayasan mengucapkan terima kasih atas kehadiran KBPII Sumatera Utara dalam rapat pembentukan tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat, Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) Sumatera Utara yang telah berkenan hadir memenuhi undangan rapat perdana pembetukan yayasan.” kata Ahmad Husein.

Ahmad Husein juga berharap kepada peserta rapat untuk memiliki komitmen yang sama untuk mengabdikan diri demi kemaslahatan umat Islam.

“Saya berharap kita memiliki komitmen yang sama untuk mengabdikan diri demi kemaslahatan umat Islam,” tegas Ahmad Husein yang juga merupakan Ketua Dewan Penasehat IPHI Sumatera Utara.

Selanjutnya, untuk kelengkapan administrasi pendirian Yayasan Khittah Perjuangan 1947 akan segera diurus kata Ahmad Husein yang juga menjabat Bendahara Umum MUI Sumatera Utara. Dalam rapat persiapan pembentukan yayasan ini ditawarkan nama yayasan tersebut antara lain yayasan Khittah Perjuangan 1947 dan Yayasan 4 Mei 1947. Yayasan Khittah Perjuangan 1947 akhirnya dipilih.

Di tempat yang sama, Hasan Basri ditunjuk sebagai Ketua Yayasan, Ahmad Zaim Syah menjadi Sekretaris dan Manna Wa Salwa sebagai Bendahara.

“Selanjutnya, kami akan melakukan konsolidasi internal, karena tanpa tim yang solid yayasan tidak bisa berjalan dengan baik dan program kerja yayasan nantinya tidak muluk-muluk yang penting dapat dirasakan manfaatnya oleh umat Islam, dan menyentuh segala aspek lapisan masyarakat,” kata Hasan.

Hasan yang juga sebagai fasilitator akomodasi dan konsumsi menegaskan, “kami siap diberhentikan dari pengurus jika kami tidak amanah dan melanggar AD dan ART Yayasan.”

Tempat rapat dipilih Basnul Coffee sekaligus promosi menu Nasi Briani Arab dan nasi bukhari Arab serta berbagai menu kopi berkuliatas tinggi.

Salah satu kesepakatan rapat pembentukan yayasan adalah yayasan tersebut berdiri independen dan tidak ada kaitan secara organisasi dengan Perhimpunan KB PII sebagai lembaga walau semua yang duduk di dewan pembina, pengurus dan pengawas persyaratannya adalah Keluarga Besar PII.

Rapat juga dihadiri oleh. H. Ilyas Tarigan yang disepakati dalam rapat sebagai Ketua Dewan Pengawas, Norman Said Sekretaris Dewan Pengawas (Pekan Baru), Muhammad Nurdin Anggota Dewan Pengawas (Langkat), Syuaibah Saragih Anggota Dewan Pengawas (Simalungun), Zulchairy H. Pasaribu , Zainal Arifin, M. Nasir Pohan diusulkan sebagai Anggota Dewan Pembina setelah nantinya disetujui oleh ketua Dewan Pembina, Hadir juga M. Nur Habibi yang ditunjuk sebagai Wakil Bendahara. (Fn)

Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: