Dunia Islam

KB PII Prihatin Kondisi Negara Memasuki Bulan September

Kanigoro.com – Ketua Umum Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII), Nasrullah Larada, mengatakan merasa perihatin dengan kehidupan demokrasi Indonesia yang selama ini dijunjung tinggi dan disanjung-sanjung. Persekusi yang menimpa Neno Warisman, penghadangan dan penolakan Ustadz Abdul Somad di berbagai daerah, adalah satu sisi dari tindakan represif yang sangat memalukan dan menurunkan derajat nilai-nilai Pancasila.

”Kami merasa aneh, kok memasuki bulan September, situasinya panas dan ekpresinya mirip yang terjadi pada bulan September 1965 dulu. KB PII punya pengalaman pahit dan entah mengapa bayangan itu muncul kembali. Dulu terjadi krisis ekonomi dan bercampur politik. Saat itu PII ada posisi terjepit dan jadi korban pertarungan politik dan ideologi. Nah, sekarang kami bertanya apakah akan berulang?,” kata Nasrullah Larada, di Jakarta, Rabu (5/9).

Menurut Nasrullah,  yang paling menyedihkan di tengah kesulitan ekonomi dan menaiknya harga dolar, pada saat sekarang entah pihak mana yang mulai bermain-main isu ideologi. Wacana ini tampak nyata mulai muncul dan anehnya mulai muncul wacana ini semenjak masuk bulan September. Selain itu mulai ada pihak yang merasa benar sendiri.

”Ada isu soal syariah Islam, HTI pada satu sisi. Di pihak lain ada wacana komunisme. Pemikiran itu saling bertabrakan. Ini sudah terlihat dalam wacana yang tersebar di media sosial. Semua isu, kami di KB PII cermati akan arahnya ke mana. Tapi kami prihatin,” ujarnya lagi.

Oleh karena itu, lanjut Nasrullah, pihaknya mengecam keras atas perang propaganda, aksi brutal, preman dan tindakan sadis yg dilakukan oleh pihak manapun. “Jangan bicara NKRI, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika jika masih melakukan tindakan tersebut,” tegasnya. (T)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait