Dunia Islam

Ikuti Taklim Pasca Batra, Kader PII Tetapkan Target Baca

Kader-kader Pelajar Islam Indonesia (PII) Kebumen yang baru mengikuti Leadership Basic Traning (LBT) saat liburan lalu, mengikuti taklim pasca Batra. Kegiatan dilaksanakan Ahad, 28 Juli 2019 di rumah salah seorang kader PII, Kasyfi Achmad Muharrom. Menurut Ana Lukman Hudin dari PW PII Yogyakarta Besar, dalam taklim tersebut peserta bertekad meningkatkan wawasan keagamaan dan pengetahuannya.

“Tekad itu diwujudkan antara lain dengan membuat target baca. Setiap hari harus membaca Al-Qur’an minimal satu halaman dan membaca buku wawasan umum, minimal satu bulan selesai membaca satu buku,” terang Lukman.

Dikatakan Lukman, di PII taklim merupakan rangkaian kegiatan kaderisasi yang bertujuan menyambung wawasan keilmuan dan keislaman kader PII. “Taklim yang dilaksanakan ialah taklim awal, diikuti oleh kader pasca mengikuti Leadership Basic Traning (LBT) atau kalau di lingkungan PII biasa disebut Batra,” imbuh Lukman.

Para peserta berlatar belakang sekolah yang berbeda, baik jenis maupun jenjangnya, menurut Lukman sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Ada yang baru lulus MA, masih sekolah di MA, SMA ada juga yang masih duduk di MTs,” lanjut Lukman.

Pembinaan kader PII menurut Lukman memang tidak didasarkan jenjang sekolah, melainkan jenjang trainingnya. “Jadi yang ada pembinaan pasca Batra, pasca Intra dan pasca Advance,” jelasnya.

Karena kader PII Kebumen umumnya baru mengikuti Batra dan masih sedikit yang mengikuti Intra, sementara taklimnya masih digabungkan. “Untuk materi tertentu nanti bisa dipisahkan. Rencananya, kegiatan akan rutin dilaksanakan tiap bulan di akhir pekan secara berkelanjutan,” terang Lukman.

Liburan lalu, PD PII Kebumen mengirim 25 orang peserta Batra dan 5 orang peserta Intra pada Latihan Kepemimpinan Pelajar (LKP) di Banyumas, 24-30 Juni 2019. Kemudian saat, LKP di Bantul, 4-10 Juli 2019, PD PII Kebumen mengikutsertakan 16 orang peserta.

Pelaksanaan kegiatan taklim ini, menurut Lukman, dilatarbelakangi keresahan PW PII Yogyakarta yang merasakan masih biasnya pemahaman pelajar, terhadap dasar dan sendi-sendi agama. “Sehingga di luar ilmu yang didapat dari sekolah dan lingkungannya, PII juga mencoba memperluas wawasan keagamaan dan pengetahuan kepada para pelajar,” pungkas Lukman.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up