Dunia Islam

Ikhtiar dan Menunggu Orang-orang Terpilih Untuk Indonesia Berkeadilan

Oleh: Sudono Syueb (Alumni Ponpes YTP, Kertosono, UGM, Yogyakarta dan Dosen Fikom Unitomo, Surabaya)

Sejak kemarin, hari ini dan esok sampai Pilpres dan Pemilu 2019 nanti, kita masyarakat bangsa lndonesia, pemilik sah kedaulatan politik ini, akan berikhtiar menitipkan sebagian kedaulatan politik kita dengan memilih orang-orang terpilih untuk menjadi Presiden dan wakil kita sebagai anggota DPR, DPD dan DPRD.

Kita berharap agar orang-orang yang akan terpilih itu seseuai dengan pilihan Allah Yang Maha Berdaulat.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

قُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَسَلٰمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى  ؕ  ءٰۤللّٰهُ خَيْرٌ اَمَّا يُشْرِكُوْنَ

“Katakanlah (Muhammad), ‘Segala puji bagi Allah dan salam sejahtera atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya.b Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)?'” (QS. An-Naml: Ayat 59)

Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata, Allah Swt. memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk mengucapkan:

{الْحَمْدُ لِلَّهِ}

Segala puji bagi Allah. (An-Naml: 59)

atas segala nikmat-Nya yang telah Dia limpahkan kepada hamba-hamba-Nya; nikmat-nikmat-Nya tak terhingga banyaknya dan tidak dapat dihitung. Segala puji bagi Allah atas sifat-sifat-Nya Yang Mahatinggi dan asma-asma-Nya yang terbaik, juga atas salam-Nya yang telah Dia limpahkan kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih, yaitu para rasul dan para nabi-Nya yang mulia-mulia.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam dan lain-lainnya, bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya adalah para nabi. Makna ayat ini sama dengan firman-Nya:

{سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ * وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ * وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ}

Mahasuci Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. (As-Saffat: 180-182)

As’-Sauri dan As-Saddi mengatakan, yang dimaksud dengan mereka adalah sahabat-sahabat Nabi Muhammad Saw., semoga Allah meridai mereka semuanya. Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas. Sebenarnya tidak ada pertentangan di antara pendapat-pendapat di atas, karena sesungguhnya apabila mereka dikatakan sebagai hamba-hamba Allah yang terpilih, maka terlebih lagi jika mereka itu adalah para nabi.

Makna yang dimaksud ialah bahwa setelah Allah menceritakan tentang apa yang telah dilakukan-Nya terhadap kekasih-kekasih-Nya —yaitu menyelamatkan mereka, menolong dan mendukung mereka, lalu menimpakan kehinaan azab dan kekalahan terhadap musuh-musuh­Nya—, maka Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya dan orang-orang yang mengikutinya untuk memuji Allah atas semua yang telah dilakukan-Nya. Dan hendaknya mereka memohonkan kesejahteraan buat hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya.

Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibnu Imarah ibnu Sabih, telah menceritakan kepada kami Talq Ibnu Ganam, telah menceritakan kepada kami Al-Hakam ibnuZahir, dari As-Saddi, dari Abu Malik, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. (An-Naml: 59) Bahwa yang dimaksud dengan mereka adalah sahabat-sahabat Nabi Muhammad Saw. yang telah dipilih oleh Allah untuk Nabi-Nya, semoga Allah melimpahkan rida-Nya kepada mereka.

Firman Allah Swt.:

{آللَّهُ خَيْرٌ أَمْ مَا يُشْرِكُونَ}

Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia? (An-Naml: 59)

Istifham atau kata tanya dalam ayat ini mengandung makna protes terhadap orang-orang musyrik karena mereka menyembah selain Allah sembahan-sembahan lain-Nya.

Orang orang yang terpilih oleh Allah Azza ws Jalla pada Pemilu dan Pilpres nanti adalah orang orang yang memiliki ketaatan pada hukum seperti Malaikat dan menggunakan kecerdasan manusia untuk membuat kebijakan yang berpihak pada rakyat, seperti firman-Nya:

اَللّٰهُ يَصْطَفِيْ مِنَ الْمَلٰٓئِكَةِ رُسُلًا وَّمِنَ النَّاسِ  ؕ  اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌۢ بَصِيْرٌ

“Allah memilih para utusan(-Nya) dari malaikat dan dari manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. Al-Hajj: Ayat 75)

Memiliki kesucian hati dan kelebihan kelebihan seprti Maryam, bundanya Nabi Isa as.  Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاِذْ قَالَتِ الْمَلٰٓئِكَةُ  يٰمَرْيَمُ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰٮكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفٰٮكِ عَلٰى  نِسَآءِ الْعٰلَمِيْنَ

“Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu).” (QS. Ali ‘Imran: Ayat 42)

Orang orang terpilih itu selalu berpegang teguh pada nilai nilai Agama, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَوَصّٰى بِهَآ اِبْرٰهٖمُ بَنِيْهِ وَ يَعْقُوْبُ  ؕ  يٰبَنِيَّ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰى لَـكُمُ الدِّيْنَ فَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ  ؕ ‏

“Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. ‘Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.'” (QS. Al-Baqarah: Ayat 132)

Orang orang tetpilih itu selalu bersyukur pada Allah SWT, seperti firman-Nya:

قَالَ يٰمُوْسٰٓى اِنِّى اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ بِرِسٰلٰتِيْ وَ بِكَلَامِيْ      ۖ   فَخُذْ مَاۤ اٰتَيْتُكَ وَكُنْ مِّنَ الشّٰكِرِيْنَ

“(Allah) berfirman, ‘Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia yang lain (pada masamu) untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur.'” (QS. Al-A’raf: Ayat 144)

Memiliki kelebihan dibanding manusia yang lain. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰۤى اٰدَمَ وَنُوْحًا وَّاٰلَ اِبْرٰهِيْمَ وَاٰلَ عِمْرٰنَ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran melebihi segala umat (pada masa masing-masing).”       (QS. Ali ‘Imran: Ayat 33)

Orang orang terpilih itu selalu terdepan dalam pengabdian, kebaikan dan ibadah, Allah SWT berfirman:

ثُمَّ اَوْرَثْنَا  الْكِتٰبَ الَّذِيْنَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۚ  فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ ۚ   وَمِنْهُمْ مُّقْتَصِدٌ   ۚ  وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِالْخَيْرٰتِ بِاِذْنِ اللّٰهِ  ؕ  ذٰلِكَ  هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيْر

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.” (QS. Fatir: Ayat 32)

Orang orang yang ridho dengan segala karunia Allah, dan Allah ridho dengannya, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَالسّٰبِقُوْنَ الْاَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَالْاَنْصَارِ وَالَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِحْسَانٍ  ۙ  رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ وَاَعَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا   ؕ  ذٰ لِكَ الْـفَوْزُ الْعَظِيْمُ

“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.” (QS. At-Taubah: Ayat 100)

Semoga dalam Pilpres dan Pemilu nanti pilihan pilihan kita benar benar sesuai dengan pilihan Allah Al Malik sehingga orang orang yang terpilih itu selalu dibimbing oleh kebenaran untuk membawa lndonesia sejahtra dan berkeadilan.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait