Dunia Islam

GPII Jawa Barat Kembali Gelar Seminar Jabarpreneurship

Kanigoro.com – Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Jawa Barat, kembali menggelar seminar Jabarpreneurship.  Pertemuan bisnis untuk para pengusaha muda ini diselenggarakan dengan konsep lebih rileks dan kekeluargaan dengan nama Kopdar dan Bincang Bisnis Jabarpreneurship, dengan tema “Saatnya yang Muda Mandiri”, bertempat di Kafe The Panas Dalam, Bandung, Ahad (3/11/2019)

Ketua panitia pelaksana, Angga Satria berharap anak muda segera bisa menjadi generasi mandiri dan memiliki jiwa kewirausahaan  “Kita mesti mendorong kewirausahaan pemuda . Kewirausahaan adalah salah satu tolak ukur kemandirian perekonomian Indonesia. Dunia usaha atau bisnis itu terus berevolusi dan tidak statis, maka dari itu perlunya upgrading bagi pengusaha atas keilmuannya entah itu di bidang manajemennya atau di jaringan bisnisnya”, ujarnya.

Forum ini juga menghadirkan pembicara pengusaha muda Lutvi El Aziz, Budi Mulianto manager The Panas Dalam, dan Ketua Umum GPII Jabar Irwan Sholeh Amir.

Aziz berbagi kisah suksesnya, ia menuturkan bahwa asal muasal memulai bisninya dikarenakan banyak perusahaan yang menolaknya bekerja, lalu merasa ijazahnya tidak berguna. Akhirnya ia memutuskan untuk berbisnis, menjadi entrepreneur. Di usia sangat muda, Azis memulai bisnisnya dengan banyak macam usaha, namun akhirnya fokus bisnis kaos kaki custom dan kaos kaki karakter. Dari bisnis kaos kaki ini, Aziz sudah mengirim produknya ke berbagai daerah di Indonesia. “Menurut saya, kunci keberhasilan adalah konsistensi”.

Sementara itu, manajer The Panas Dalam, Budi Mulianto menegaskan pentingnya netwoking dalam bisnis. Networking menuntut adanya kerjasama dan kerlibatan banyak pihak. “Nah faktor relasi ini sangat penting. Ini yang disebut dengan silaturahmi. Seorang pebisnis mesti mengetahui psikologi konsumen, interaksi dengan konsumen mesti dijalin erat,” tandasnya.

Sementara itu Ketua PW GPII Jabar Irwan Sholeh Amir menyatakan, setiap orang mesti memiliki jiwa entrepreneurship, terutama bagi pemuda yang harus bisa menjual ide dan gagasannya, apabila ide dan gagasannya dapat dikemas secara baik maka akan mendapatkan nilai lebih, apapun profesi kita kita harus produktif.

Selain itu, menurutnya seorang entrepreneur yang baik itu tak fokus hanya pada profit oriented, tapi mesti memikirkan kebermanfaatan yang bisa didapat konsumen atau masyarakat luas. “Pengusaha sukses, selalu berbagi energi positif dengan semua orang.” tambahnya.(MBI(

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya
Scroll Up