Dunia Islam

Gerakan Literasi Masjid Untuk Memakmurkan Masjid

KBPII Harus terus Beraktivitas, Paling Tidak Menjadi Pengurus Takmir Masjid

Kanigoro.com – Perintah memakmurkan masjid, harus dipahami sebagai upaya lebih mendekatkan masjid dengan kegiatan sehari-hari umat Islam, sehingga jamaah masjid banyak jumlahnya dan sejahtera semua. Demikian intisari yang bisa diambil dari pemaparan Pendiri Mohammad Nasih Institute, Dr. Mohammad Nasih dalam Workshop Literasi Masjid yang diselenggarakan Pengurus Daerah Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PD KBPII) Kabupaten Sragen di gedung IPHI, Nglorog, Sragen, Sabtu (14/4) lalu.

Berkaitan dengan salah satu persoalan umat yang perlu diberikan solusinya oleh para pengurus takmir masjid, menurut Nasih adalah kemampuan membaca dan memahami Al Quran.

“Dari survey terhadap teman-teman aktivis Islam, yang bisa membaca Al Quran sekitar 40%. Dari jumlah itu, hanya 4 % yang bacaannya sesuai tajwid dan hanya 0,8% yang paham dengan apa yang dibacanya,” ujar Nasih.

Jika di kalangan aktivis Islam saja seperti itu, maka menurut Nasih, di kalangan masyarakat umum tentunya masih lebih banyak lagi yang belum bisa membaca dan memahami Al Quran.

“Takmir Masjid harus mengambil peran untuk membuat masyarakat mampu membaca dan memahami Al Qur’an,” tegasnya.

Untuk mewujudkan peran tersebut sehingga jamaah masjid juga bisa semakin banyak, Nasih memberikan saran agar takmir masjid merangkul berbagai kalangan sekaligus memberi peran.

“Jika perlu ada jadwal imam harian, sehingga ada giliran untuk menjadi imam, bagi yang bacaan Al Qurannya fasih dan tajwidnya benar,” lanjut Nasih.

Kegiatan workshop literasi masjid diikuti 76 orang peserta utusan pengurus-pengurus ranting KBPII di Sragen, yang umumnya punya pengaruh di lingkungan masjidnya masing-masing. Dalam kesempatan tersebut Ketua PD KBPII Sragen Drs. H Muhammad Sauman. M.Pd., mengajak seluruh KBPII terus beraktivitas.

“Meskipun usia kita sudah semakin tua, tetap harus melanjutkan aktivitas. Paling tidak dengan aktif menjadi pengurus takmir masjid di lingkungan masing-masing. Sehingga tetap bisa memiliki peran dalam membina umat Islam,” ucap Sauman.

Sementara itu Sekretaris PD KBPII Sragen dalam kesempatan itu menyampaikan kepada peserta, bahwa kegiatan KBPII terus berlangsung kontinyu. Karena dalam kesempatan tersebut Ketua Takmir Masjid Jogokariyan H. Muhammad Jazir berhalangan hadir, sudah menjadwalkan untuk bisa menghadiri acara KBPII Sragen pada bulan Juni nanti.

“Selain itu juga akan ada pelatihan pertanian organik,” jelas Teguh kepada seluruh peserta.

Meski mayoritas peserta berusia 50-an tahun ke atas, tampaknya semangat untuk beraktivitas tetap menyala.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait