Dunia Islam

DDII Jawa Timur Berharap Indonesia ini Jadi Negara Baldatun Thoyyibatun WaRabbun Ghofur

Laporan: Sudono Syueb

Hari ini Ahad, (22/7), dilaksanakn Pekantikan Pengurus Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Provinsi Jawa Timur, di Masjid Al Hilal, Jl. Purwodadi 85~86 Surabaya, oleh Pimpinan Pusat DDII yang diwakili oleh ust. Dr. H . Muhammad Nur.

Sudarno Hadi, sebagai Ketua Umum Pengurus DDII Provinsi Jatim menyatakan, menerima amanat dakwah ini tidak ringan karena banyak tantangan dan ujian. Kita tidak hanya berdakwah di kota tapi di seluruh plosok Indonesia, terutama Jatim. Masyarakat pedalaman perlu perubahan cara berpikir dan berprilaku seacara Islami.

Sudarno menambahkan, DDII punya program setiap desa satu dai. Di seluruh Jawa Timur ini ada 9 ribu desa lebih, maka DDII Jatim harus punya dai 9000an da’i. Sementara itu, banyak dai yang tidak mau diajak dakwah di pedalaman. Mereka memilih medan yang lebih nyaman dan aman.

Sudarno juga mengatakan, da’i yang mengajak ke arah subhat dan kenikmatan dunia, bahkan mengajak ke neraka dibiarkan, sementara dai yang mengajak ke jalan surga dan menolak kemusyrikan dan atheisme malah dimusuhi.”Kami dari DDII memimpikan negara tercinta ini jadi negara yang Baldatun thoyyibatun warobbun ghofur”, ujarnya.

Sementara itu Dr. Muhammad Nur, dari PP DDII Jakarta menyampaikan, selamat atas dilantiknya Pengurus DDII Jatim. “Saya yakin dan percaya, DDII Jatim yang dipimpin ust. Sudarno Hadi akan berkembang pesat, karena ust. Sudarno ini betul betul kader DDII yang dibina oleh bapak Tamat Anshori puluhan tahun”, ucap Muhammad Nur.

“Jatim ini provinsi yang besar, bagus sebagai daerah binaan dakwah. Maka itu, semoga
Gubernur baru ini bisa membantu dan mendorong hidupkan dakwah di Jatim. Saya mohon DDII Jatim bisa sinergi dengan Pemprov Jatim, ormas keagamaan dan kelompok kelompok masyarakat yang punya konsern terhadap dakwah”, tambah dia.

“DDII sudah berdiri 50 tahun lalu. Banyak prestasi yang sudah dilakukan, tapi juga sering alami kegagalan. Pak Natsir yang telah meletakkan fondasinya, kita harus melanjutkan”, pungkas M Nur.

Sementara itu Dr. Imam Zamroji, MS. M, dari PP DDII, sampaikan, dengan mengutip 3 nasehat pendiri DDII. M Natsir yaitu:
1. Innazzamaana qodistadaro, sesungguhnya zaman itu selalu berubah. Musim berubah zaman berganti. Dulu kita pernah di atas sekarang di bawah itu biasa. Dulu kita memimpin sekarang dipimpin jangan kaget.

2. Innal hayaata aqidatun wa jihadun.
Hidup ini harus memiliki akidah yang kuat dan semangat jiihad.

3. Selama hidup kita harus berpegang pada Al Qur’an dan As Sunnah.
Karena itu, jadilah sosok yang bisa membaca perubahan zaman dengan tidak meninggalkan prinsip utama kita yaitu tauhid/aqidah shohihah dan berjihad. Dengan landasan Alqur’an dan As-Sunnah. Kita bisa bepegang teguh pada keyakinan kita, aqidah kita, tapi kita harus simpati dalam penampilan. Sebagai dai, kita harus bisa mewarnai politik, dan jangan biarkan politik mewarnai dakwah. Kita ajak semua orang untuk kembali ke rumah kita, yaitu rumah surga. Mbah Adam itu dulu rumahnya di surga, maka visi hidup kita adalah membangun rumah surga.(s)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Check Also

Close