Dunia IslamFeatured

Catatan Semarak Muktamar KBPII: Dari Muqodimah hingga Dewan Etik

Oleh: Amir Faisal

Komisi organisasi pada Muktamar ini menghasilkan produk baru yaitu Dewan Etik untuk mengantisipasi jika suatu ketika ada pengurus yang melakukan pelanggaran nilai-nilai Islam secara umum maupun konstitusi organisasi.

Anggota Dewan etik biasanya dipilih orang-orang senior yang memiliki integritas dan kredibilitas yang tinggi.

Sangsi yang diberikan bisa berupa teguran atau peringatan lisan, tertulis, skorsing hingga dikeluarkan dari kepengurusan.

Keberadaan Dewan Etik di sebuah lembaga atau organisasi merupakan sebuah kelaziman. Walau tidak seorangpun yang menginginkan Dewan tersebut berfungsi. Dalam arti kita sama sekali tidak menginginkan terjadinya pelanggaran selama periode ini, tetapi komisi itu (yang kemudian begitu disahkan oleh pleno telah menjadi ketetapan organisasi) telah menunjukkan bahwa di tengah era kebebasan, keterbukaan tanpa batas dan egalitarian ini, kita masih sama-sama ingin menjunjung tinggi nilai-nilai Dienul Islam di dalam organisasi.

Sebenarnya ada hal yang juga sama pentingnya dengan Dewan Etik, yaitu Komitmen Moral Ketua Umum yang biasanya diucapkan pada pidato pasca pemilihan.

Sebagai contoh, pidato H. Soetrisno Bachir sesudah dilantik jadi Ketum Perhimpunan KB PII, yang menyatakan Komitmennya untuk “Keluar dari Era Jahiliyah Menuju Hidayah”

Karena komitmen ini akan menjadi Gentleman Agreement bagi sang pemimpin dalam menjalani amanahnya. Dan sebagai tanda bahwa benar-benar akan istiqomah pada ucapannya ini, SB menunjuk KH Cholil Ridwan sebagai wakilnya.

Dikarenakan sesuatu hal, kemarin tidak ada Pidato Ketum terpilih. Mungkin Sekjen yang baru, nanti bisa menyiapkan pidato pada saat pembukaan Raker atau Pelantikan.

Dan alangkah indahnya jika Ketum yang terpilih untuk periode 2019 – 2023 juga meniru langkah SB menunjuk wakilnya yang berani melakukan amar makruf nahi mungkar pada dirinya (siapakah orang itu, saya kira seluruh muktamirin sudah mafhum, siapakah sosok penerus pak Kyai)

Kenapa Komitmen dan adanya tokoh sparing patner (SP) ini penting? Karena tidak ada seorang juarapun yang tidak menggunakan SP ini.

Hal kedua yang penting untuk selalu direminding selama periode ini adalah pencantuman Q. S. Ashof ayat 4 dalam Muqodimah AD ART, yang berbunyi :” Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”

Alquran bukanlah asesoris atau pemanis. Walaupun, sebagaimana usulan dari Muktamirin agar kalimah aslinya ditulis, tetapi kemudian dilupakan begitu saja, tidak akan ada artinya.

Sebagaimana bunyi Pembukaan UUD 45 yang menjadi pondasi dasar kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka ayat ini juga merupakan pedoman manajemen dan berorganisasi kita.

Sekurang-kurangnya terdapat tiga esensi ayat itu yang perlu kita fahami kandungannya :

1. Jihad Fi Sabilillah. Seringkali kita lupa bahwa keberadaan kita di organisasi KB PII ini adalah untuk berjihad LI I’LAI KALIMATILLAH. Bukan untuk tujuan yang lain. Bahkan tujuan lain itu harus dikalahkan. Ayat ini berarti juga bahwa KB PII hanya bekerja keras dan cerdas di jalan Allah untuk menegakkan syariah Islam. Bukan untuk nasionalisme, jika nasionalisme itu berlawanan dengan syariah.

2. Shoffan atau barisan. Tidak bisa dikatakan Shof kalau satu baris berada didekat imam, satu baris lagi berada di teras masjid. Apalagi yang diteras itu punya imam sendiri. Itu bukan shaf, melainkan firqoh. Atau dalam level daulah disebut bughot yang syah untuk dibunuh.

Terdapat belasan hadits shohih yang berkaitan dengan pengaturan shaf ini untuk mendisiplinkan jamaah, seperti harus rapat, lurus dan antar jamaah tidak boleh saling menonjolkan diri.

Pelanggaran disiplin barisan panah nyaris membuat pasukan Islam dikalahkan oleh orang kafir, dan membuat Baginda Nabi Muhammad SAW terancam jiwanya dalam perang Uhud.

3. Bunyaanun Marsus, seperti bangunan yang indah. Ini adalah gambaran The Best Management is The Best Performance. Sebuah layanan jasa yang menyenangkan dan membuat para konsumen bahagia, menunjukkan mananemen didalamnya sangat bagus dan harmonis

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait