Dunia Islam

Bupati Lamongan, Lagu Perjuangan PII dan Lumbung Padi Regional

Kanigoro.com – Ketika memberi sambutan pada saat pelantikan PC KB PII Lamongan di Pendopo Kabupaten Lamongan, Sabtu (11/3) lalu, Bupati Lamongan H. Fadeli, SH,MM menyatakan, “Di tengah tengah kegiatan KB PII begini ini saya ingat lagu perjuangan PII, yang sudah saya hafal dan sering saya nyanyikan 50 tahun lalu ketika masih duduk di bangku SMA hasil didikan guru guru saya”.

Lalu bupati Lamongan dengan suara keras dan merdu dengan irama dan nada yang persis aslinya menyanyi:

Jangan kembali pulang//
Bila tiada kau menang//
Walau mayat terkapar di medan juang tuk Islam PII berjuang///

Ketika bupati Lamongan menyanyi lagu perjuangan PII itu langsung diikuti para hadirin yang mayoritas mantan aktivis PII, suasana jadi meriah dan haru.

Lebih lanjut bupati Lamongan mengatakan, “Trimakasih saya sampaikan kepada PC KB PII Lamongan yang telah memberi kesempatan dan kehormatan pada saya untuk memberi sambutan pada momen pelantikan PC KB PII Lamongan sekarang ini”

Berikutnya Fadeli menyampaikan, “Sesuai lagu perjuangan PII yang kita nyanyikan bersama tadi, mari semua pengurus dan anggota KB PII Lamongan berjuang bersama untuk kesejahtraan masyarakat Kabupaten Lamongan. Mari kita jadikan Lamongan ini sebagai Lumbung Pangan Jawa Timur dan Nasional”, ajak bupati penuh semangat.

Ajakan bupati untuk menjadikan Lamongan sebagai lumbung pangan regional ini tidak hanya mimpi dan angan angan kosong belaka, tapi sudah jadi kenyataan karena, “Pada tahun 2017 kemarin Lamongan mengalami surplus padi dan jagung sehingga bisa “eksport” beras dan jagung ke luar daerah baik di Jawa maupun luar Jawa”, ujar Fadeli.

Selanjutnya Fadeli menegaskan. “Untuk komoditas padi tahun 2017 kemarin sebesar 1,1 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Ini berarti produksi gabah kabupaten Lamongan sudah bisa menyamai Kabupaten Jember, padahal luas wilayah Lamongan tidak seluas Jember. Sekarang ini stok beras di Lamongan ada sekitar 7.272.000 kg atau 7.272 ton beras. Stok sebanyak itu cukup untuk persediaan pangan 4 bulan ke depan. Sedang komoditas Jagung hasil panen tahun 2017 di Lamongan sebesar 570.000 ton, naik 200.000 ton dari tahun sebelumnya yang hanya 370.000 ton”.

Sarasehan Pelantian KB PII Lamongan
Sarasehan Pelantikan PC KB PII Lamongan: Nasrullah Larada, H Fadeli, SH,MM, Chairul Djaelani dan DR IR Wachid Wahyudi (Foto Ainur)

Maka tidak mengherankan kalau Menteri Pertanian Arman akan menjadikan Lamongan sebagai sentra benih jagung nasional.

Sementara itu untuk produksi ikan di Pelabuhan Nusantara Lamongan yang ada di kecamatan Brondong sebesar 128.000 ton ikan perairan dan budi daya setahun.
Ini berarti Visi Ekonomi Pemkab Lamongan yang dikomandani H Fadeli sudah melampau target.

Untuk mengatasi agar Lamongan tidak kekurangan pangan saat paceklik, Pemerintah Kabupaten Lamongan mengeluarkan dana revolving sebesar Rp 8 miliar ke 38 lumbung pangan. Dana itu di alokasikan untuk pengembangan usaha.

38 lumbung pangan dari total 60 lumbung pangan modern yang dibentuk Pemkab Lamongan, sudah mengalami perkembangan fungsi dengan dijadikan multi usaha pertanian. Praktis, 38 lumbung ini tak hanya berfungsi sebagai lembaga ketahanan pangan saja.

“Dengan memiliki permodalan yang cukup, lumbung pangan kini berfungsi lebih,” ujar Kabag Humas dan Infokom Sugeng Widodo, dalam laman TimeInfonindonesia.
Usaha yang dijalankan lumbung pangan tetap bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan anggotanya. Diantaranya unit kegiatan simpan pinjam, kegiatan tunda jual dan untuk mencukupi sarana produksi pertanian.

“Saat harga sedang rendah, hasil panen disimpan dan saat harga kembali bagus, bisa dijual lagi sehingga menguntungkan petani,” beber Sugeng.

Sugeng menambahkan, Pemkab Lamongan juga menyediakan akses untuk modal kerja dengan bunga rendah diharapkan mampu meningkatkan kemampuan lumbung pangan untuk terus berkembang dan menjadi penggerak bagi perekonomian di desa.

“Penyediaan modal untuk lumbung pangan ini berkerjasama dengah Bank Daerah Lamongan. Bunganya sangat rendah, hanya 6 persen per tahun dengan masa pengembalian selama dua tahun,” pungkasnya.

(Lap: Sudono Syueb)

Komentar Facebook

Selanjutnya

Artikel Terkait