Dunia Islam

Buka Puasa Bersama KB PII di Rumah Dinas Mendikbud

Jakarta, Kanigoro.com – Kegiatan silaturahim melalui Ifthar Jama’i (Buka Puasa Bersama) yang diselenggarakan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII), Selasa (6/6) berlangsung di rumah dinas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi, Jalan Widya Chandra, Jakarta.

Tampak hadir Ketua Umum KB PII Nasrullah Larada, tuan rumah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, mantan Sekjen KB PII Hidajat Kusdiman, Sekjen Dewan Masjid Indonesia Natsir Zubaidi, mantan Ketum PB PII Agus Salim dan A Hakam Naja, Wakil Ketua PB KB PII Shofwat Hadi, tokoh senior Endang Basri Ananda, bahkan hadir juga Ketua PW KB PII Jawa Timur Zainuddin Maliki dan Ketua PW KB PII Kalimantan Selatan, Chairani Idris.

Mendikbud yang juga alumni PII Jawa Timur menyatakan kebahagiaannya bisa menjadi tuan rumah Buka Puasa Bersama KB PII. Ia berharap persatuan dan silaturahim antar anggota KB PII bisa lebih terjalin.

Buka bersama juga menghadirkan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva yang juga ahli hukum Tata Negara. Dalam kesempatan tersebut Hamdan menguraikan tentang sejarah Pancasila yang kini sedang menjadi pembicaraan aktual.

Menurut Hamdan, sekarang sedang muncul klaim dengan menggunakan istilah yang seolah masing-masing kelompok sebagai pihak yang paling pancasilais. Bahkan ada yang memunculkan istilah mualaf Pancasila. Terlepas dari semua perdebatan tersebut, Hamdan berpendapat bahwa jika umat Islam sudah menjalankan ajaran agama Islam dengan baik, maka hakekatnya dia sudah menjadi pancasilais sejati.

Hamdan Zoelva juga memaparkan secara runtut perkembangan lahirnya Pancasila melalui perdebatan para Faunding Father bangsa Indonesia. Menurut Hamdan, Pancasila lahir melalui proses panjang dan banyak dinamika yang harus diuraikan kepada masyarakat agar tidak terjadi salah pengertian pada generasi mendatang.

Usai ceramah Hamdan Zoelva, hadir juga Mantan Ketua KB PII Sutrisno Bachir dan langsung didaulat memberikan taushiah kepada peserta. Mas Tris dalam kesempatan tersebut lebih banyak memberikan dorongan kepada KB PII, PII dan ormas Islam untuk terus melalukan
konsolidasi organisasi. Menurutnya, disamping menguasai media sosial, umat Islam juga harus menguasai “medan fisik” di dunia nyata. Karena dalam dakwah kedua hal tersebut dibutuhkan keberadaannya. (th)*

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Check Also

Close