Dunia Islam

Anwar Fatahilah: Saya Ingin Istiqomah di Jalan Allah

Kanigoro.com – Bassist band Power Slaves asal Kebumen Anwar Fatahilah menyatakan keinginannya untuk bisa istiqomah di jalan Allah. Hal itu disampaikan saat sharing pengalaman dengan teman-teman sekolahnya dalam reuni 35 tahun lulus SMP. Acara tersebut digelar Ikatan Keluarga Alumni SMP Negeri 3 Kebumen Lulusan Tahun 1983 (IKA SPENAGA ’83) di Mexolie Hotel Kebumen, Senin (18/6) pagi sampai menjelang sore.

Dalam kesempatan itu, Anwar menceriterakan perjalanan hidupnya selama menjadi musisi rock.

“Beberapa kali mengalami peristiwa yang mestinya bisa jadi pelajaran. Namun belum sepenuhnya mampu mengubah jalan hidup saya,” cerita Anwar.

Peristiwa yang akhirnya mengubah jalan hidupnya menurut Anwar, ketika doanya untuk mendapatkan anak akhirnya terkabul. Anwar memang tergolong terlambat menikah. Setelah usianya berkepala empat baru menikah. Memancing pertanyaan teman-temannya, karena sebagai seorang artis umumnya banyak penggemar.

“Maunya sih segera menikah. Tapi dulu tidak disetujui calon mertua,” jawabnya tanpa merinci lebih lanjut alasannya.

Usai menikah, peluang untuk mendapatkan anak sepertinya kecil karena kondisi istrinya. Anwar tetap berdoa agar bisa mendapatkan anak dari pernikahannya. Ketika akhirnya doanya terkabul, momentum ini seperti menjadi pembuka pintu kesadaran untuk mengubah jalan hidupnya.

Sejak itu selain menjalani aktivitasnya sebagai musisi, Anwar juga aktif dalam kegiatan ke-Islaman. Bahkan pada bulan Ramadhan lalu bersama Komunitas HIRA (Hijrah ramai-ramai), Anwar aktif berkeliling ke berbagai kota, dalam upaya mengajak masyarakat lebih mencintai Al Quran.

“Sebenarnya apa yang saya lakukan mungkin belum merupakan hijrah yang sebenarnya. Setidaknya saya berusaha untuk mengajak pada kebaikan. Seperti dalam single terakhir Power Slaves ‘Terus Melangkah’ diinspirasikan dari nasehat Ali bin Abi Thalib ra,” ungkap Anwar.

Teman-teman seangkatan alumni SMP N 3 Kebumen tertegun mendengar cerita Anwar. Pesan-pesan yang sebelumnya disampaikan dalam taushiyah Kyai Mufid Asyror yang mengawali acara reuni jadi terngiang kembali.

“Mudah-mudahan reuni ini bisa menjadi ajang silaturahim setelah selama 35 tahun ada yang tidak bertemu atau hanya sesekali bertemu. Dalam silaturahim maka harus ada yang saling berwasiat tentang kebenaran,” pesan Kyai Mufid.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait