Dunia Islam

5 Tips Menghindari Konflik di Kalangan Umat Islam

Kanigoro.com – Pegiat dakwah dan penulis berbagai buku tentang Manajemen Masjid, Ustadz Ahmad Yani mengimbau umat Islam tidak terlibat konflik terlalu dalam, khususnya menjelang Pemilu serentak.

Melalui tulisan ringkas berjudul ‘Tidak Sempat Konflik’, penulis buku ‘Belajar Karakter Para Nabi’ ini memberikan 5 tips agar kita tidak terlibat konflik yang tidak perlu.

Ustadz Ahmad Yani yang dikenal aktif memberikan pelatihan Manajemen Masjid hingga ke berbagai pelosok Indonesia mengajak umat Islam lebih mengutamakan untuk meningkatkan potensi diri daripada melayani perdebatan yang tidak penting.

Ust Ahmad Yani dan Peserta seminar Manajemen Zakat di Cikarang Jawa Barat, Februari 2019 (foto IST)

Berikut 5 tips lengkap untuk menghindari konflik di kalangan umat Islam:

Masalah umat begitu banyak. Satu persoalan belum teratasi, sudah muncul persoalan lain. Bila kita mau mengatasi persoalan umat, rasanya tidak sempat kita berkonflik.

Kadang kita merasa sudah berbuat, padahal masih sangat kecil yang kita lakukan bila dibandingkan dengan tuntutan yang seharusnya kita lakukan. Kenapa potensi kita yang besar, ternyata sumbangsih kita begitu kecil? Diantaranya karena rasa tanggungjawab yang rendah ditambah dengan menghembuskan dan mengembangkan konflik atau ikut ambil bagian dalam konflik.

Saatnya kita berpikir dan melangkah untuk:

1. Meningkatkan kapasitas diri, dari sisi kepribadian yang harus makin saleh, wawasan yang harus makin luas dan keahlian yang harus makin banyak dan berkembang.

2. Berbuat lebih banyak untuk kebaikan umat, sesuai dengan kemampuan, apalagi kita sebenarnya punya kemampuan yang bisa bermanfaat bagi banyak orang.

3. Menghindarkan diri dari menghabiskan energi untuk mengembangkan konflik, baik dalam keluarga, masjid, organisasi, hingga grup WA.

4. Bedakan antara konflik dengan diskusi. Maka, dalam konteks dakwah, berdebatpun harus dilakukan dengan ahsan (secara lebih baik), baik dalam pilihan kata, ekspresi, maupun gaya bicara.

5. Hadapi persoalan secara rileks. Nabi saja harus rileks menghadapi orang kafir, apalagi berhadapan dengan sesama muslim. Nabi diingatkan bahwa tugasmu adalah memberi peringatan. Jangan stres gara-gara orang tidak mau dengan apa yang kita inginkan.

(Th)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Scroll Up