Dunia Islam

4 Seruan Konsolidasi Untuk Pengurus Masjid

Kanigoro.com – Mengahadapi perkembangan masyarakat, serta munculnya beberapa isu aktual berkaitan dengan masjid dan isu sosial politik yang kini berkembang, Pegiat Manajemen Masjid, yang juga Wakil Ketua Umum Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII), Drs. Ahmad Yani mengeluarkan “Seruan Konsolidasi Pengurus Masjid”.

Dalam pesan yang diterima Kanigoro.com, Ketua Departemen Dakwah, Ukhuwah dan Sumberdaya Keumatan PP Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini menyatakan, “Masjid yang makmur dambaan kita semua, bahkan harapan Allah swt dan rasul-Nya. Karena itu Pengurus Masjid harus solid dan aktif”, ujarnya.

Untuk itu ia menandaskan ada 4 hal yang harus menjadi perhatian Pengurus masjid:

‌1. Pengurus masjid merupakan penggerak pemakmuran masjid. Bila kopi, gula, susu dan air panas dimasukkan ke dalam gelas, tetap saja tidak membuatnya menjadi kopi susu yang enak, karena belum diaduk atau digerakkan. Maka, meskipun masjidnya bagus, jamaahnya banyak dan potensial, dananya ada, tetap saja masjid tidak makmur bila Pengurusnya pasif.

2. Soliditas Pengurus mutlak diperlukan, karena itu lakukan rapat rutin dengan frekuensi yang disepakati, jangan bingung tentang apa agenda rapat, karena banyak sekali persoalan masjid dan jamaahnya yang bisa menjadi bahan pembahasan. Yang bikin bingung adalah bila Pengurus Masjid tidak mau rapat.

‌3. Perbedaan antar Pengurus harus dihadapi dengan rileks. Jangankan dengan sesama Pengurus yang banyak dengan perbedaan latar belakang, dengan istri saja kadang belum ada titik temu. Keikhlasan membuat ringan persoalan sesama pengurus.

‌4. Kerjasama antar pengurus masjid belum banyak dilakukan, karenanya kegiatan yang memerlukan kerjasama dengan masjid lain harus dikerjasamakan, misalnya Pengkaderan SDM masjid hingga penggunaan dana.

Masjid Sebagai Pesantren Besar

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), HM Jusuf Kalla, dalam rapat pleno DMI beberapa waktu lalu juga mengimbau agar masjid dikelola dengan baik sebagai sebuah Pesantren Besar.

Mengutip pesan JK, Ahmad Yani mengatakan, “Masjid harus menjadi Pesantren Besar. Dakwah di masjid yang berlangsung melalui Khutbah, ceramah tarawih, dan majelis taklim harus terarah dari sisi pembahasan, karenanya harus disusun kurikulum atau silabusnya. Selama ini 80 persen aktivitas di masjid adalah mendengar, karenanya masjid harus ditopang dengan pengeras suara yang baik.”

‌”Jangan sampai pahala sopir angkot yang ugal-ugalan lebih besar karena membuat orang jadi banyak istighfar, sementara khutbah dan ceramah ustaz membuat orang tidur karena sound systemnya jelek”, demikian canda Jusuf Kalla, seperti dikutip Penulis 7 Buku Manajemen Masjid ini (t)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait