Berita

Yusril jadi Kuasa Hukum Jokowi, Kader PBB Kecewa

Kanigoro.com – Keputusan Yusril Ihza Mahendra yang menjadi kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf Amin untuk Pilpres 2019 sangat mengejutkan kader Partai Bulan Bintang.

Kader PBB yang sekaligus Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Hasan Bamukmin menuturkan, keputusan Yusril untuk menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf adalah pengkhianatan. Meski keputusan ini dia ambil atas nama pribadinya.

Sikap Yusril, kata dia, membuat marah kader PBB. Hampir sebagian besar calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Bulan Bintang merasa ditipu dengan sikap Yusril ini.

“Kami sebagai caleg sangat ditipu dengan janji-janjinya yang diulur-ulur terus dengan pernyataan kontroversialnya. Mulai akan melawan kotak kosong, sampai ikut ijtima ulama dan bahkan dia janjikan akan gelar Munas sebagai sikap dukungan tetapi semuanya omong kosong,” katanya.

Menurut Novel Bamukmin, seluruh unsur baik dari DPP, DPW dan DPC Partai Bulan Bintang, semua sudah sepakat menggelar komunikasi untuk melengserkan Yusril. Hal ini untuk menyelamatkan Partai Bulan Bintang (PBB).

Dan inilah kemunafikan sebenarnya. Dari DPP , DPW dan DPC sudah kami komunikasi mereka siap menurunkan YIM demi menyelamatkan partai. Saya sudah disuruh mengundurkan diri oleh YIM, saya tolak dan justru saya dan kawan-kawan akan menurunkan YIM dengan segera,” kataya.

Novel tak habis pikir dengan sikap Yusril memilih menjadi kuasa hukum Jokowi. Alasannya, 70 persen kader di PBB patuh terhadap Ijtima Ulama II. Namun, dengan manuver Yusril ini, akan menggalang dukungan untuk menggelar Munaslub guna memecat eks Menteri Sekretaris Negara itu.

Kemudian, bila memang ia tak bisa mendorong Yusril turun dari takhta ketum PBB, maka ada cara lain sebagai protes. Ia menegaskan dirinya dan koleganya yang merupakan alumni 212 akan mundur dari calon legislator PBB. Novel saat ini merupakan caleg DPRD DKI dari PBB untuk daerah pemilihan 8 Jakarta Selatan (viva)

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait