Berita

Wahai Pendukung Ahok dan Jokowi, Anda Boleh Marah, Tapi Jangan Sangkut-Pautkan dengan SBY

Jakarta, Kanigoro.com – Giliran orang SBY marah karena nama SBY dibawa-bawa dalam diskursus perkembangan politik pasca vonis untuk Ahok.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri mengecam Ahoker yang membawa-bawa nama Jokowi pada demo di depan Lapas Cipinang. Perempuan bernama VKL itu mengungkapkan kekesalannya dan mengatakan, “Rezim Jokowi lebih parah dari rezim SBY”.

Sementara Mendagri marah karena nama Jokowi dibawa-bawa, kini giliran pentolan Partai Demokrat Ulil Abshar-Abdalla mengecam pendukung Ahok yang membawa-bawa nama SBY dalam percaturan kasus Ahok.

“Kalau kalian marah sama mendagri atau Jokowi gara-gara kasus Ahok, silakan. Tapi tak usah bawa-bawa SBY lalu bilang: Jangan lebih buruk dari SBY,” tulis Ulil melalui akun twitter @ulil, Jumat (12/5).

Menurut Ketua DPP Partai Demokrat ini, dalam soal kebebasan berpendapat, pemerintah SBY jauh lebih baik dari Jokowi. SBY tidak pernah menggunakan pasal makar untuk memberangus lawan-lawan politiknya.

“Singkatnya: Wahai pendukung Ahok dan Jokowi. Anda boleh marah. Bebas. Tapi jangan sangkut pautkan dengan SBY lagi. Bukan akhlak yang baik itu,” tulis Ulil lagi.

Ulil juga mengajak pemerintah dan para pendukungnya untuk membangun suasana yang adem. “Kalau mau ‘tegang’ lagi nantilah kalau udah deket-deket Pilpres”, katanya.

Ulil mengaku tidak setuju dengan pasal penodaan agama, tapi ia juga tidak bisa menerima pejabat yang ceroboh dalam berbicara.

Tentang isu politisasi agama dan kebhinekaan, Ulil melihat memang ada kelompok yang mempolitisasi agama. Tapi di sisi lain, ada yang mempolitisasi ide kebhinekaan. keduanya menurut ulil tidak baik dan sebaiknya dihindari.

(th)*

Komentar Facebook

Selanjutnya

Artikel Terkait