Berita

Umat Islam Sumut Siap Gelar Aksi 152 dan Apel Siaga 222

Lawan Kriminalisasi dan Kecurangan

Kanigoro.com – Makin masifnya indikasi kriminalisasi para ulama dan tokoh serta ketidaknetralan aparatur pemerintahan menjelang Pemilu 2019 ini, mendapat tanggapan umat Islam Sumatera Utara. Umat Islam sudah jengah dengan diperkarakannya kasus-kasus dari Buni Yani, Ustadz Slamet Ma’arif, Ahmad Dani sampai kasus di Sumatera Utara yang menimpa H.Irfan Hamidi. Aparat penegak hukum baik kepolisian, kejaksaan maupun kehakiman dinilai telah berlaku tidak adil dan berat sebelah. Pihak oposisi dan yang kritis terhadap pemerintah cepat diproses apabila ada yang melaporkan. Sementara pelaporan dari pihak oposisi dan yang kritis terhadap pemerintah, nyaris tidak ditindaklanjuti sama sekali.

“Kami mengingatkan aparatur pemerintahan baik militer maupun sipil sebagai birokrat yang digaji dari uang pajak rakyat untuk bersikap adil. Tidak menggunakan kekuasaan yang diberikan padanya secara terselubung untuk mengkampanyekan dan atau memenangkan capres petahaha serta membungkam orang-orang yang kritis,” ujar Ustadz Indra Suheri.

Penegasan salah seorang pimpinan Aliansi Umat Muslim Bersatu Sumut yang juga Ketua Forum Umat Islam Sumut itu disampaikan dalam konfrensi pers yang digelar pada Kamis (14/2) di RMAJ Haji Mahmud, Medan.Aliansi mengecam keras adanya upaya yang disinyalir merupakan kriminalisasi pada H.Irfan Hamidy selaku tokoh umat.

“Meski sudah terlihat H. Irfan kurang sehat dan ada surat keterangan sakit dari dokter, polisi terus melakukan pemeriksaan hingga H.Irfan kembali drop, bahkan sampai pingsan. Kami melihat perlakuan hukum kepada tokoh Islam Sumut H.Irfan Hamidy cenderung tidak manusiawi. Sementara akar masalahnya yaitu mafia narkoba justru tidak ditelusuri,” tambah Dody Chandra SH, kuasa hukum H. Irfan yang ikut hadir dalam konferensi pers.

Menyikapi persoalan tersebut Aliansi Umat Islam Bersatu Sumut menyerukan dan mengajak umat untuk mengikuti Aksi Bela Tokoh Islam Sumut (H.Irfan Hamidy) yang insya Allah dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2019 di Belawan dan Apel Siaga 222 Lawan Kriminalisasi & Kecurangan pada 22 Februari 2019.

“Kami menyerukan pada seluruh komponen umat Islam dan masyarakat untuk terus menguatkan barisan, ukhuwah dan pengawalan sehingga Pemilu 2019 dapat terselenggara dengan jujur dan adil,” tutup Ustadz Indra Suheri.

Komentar Facebook

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait