BeritaFeatured

TKI Malaysia Mengadu ke Anggota DPR karena Terancam “Virus” Kelaparan

Kanigoro.com – Malaysia telah menerapkan kebijakan Lockdown ketat sejak 18 Maret lalu menghadapi krisis akibat wabah Covid-19 dan direncanakan sampai 31 Maret. Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin bahkan telah mengumumkan perpanjangan Lockdown hingga 14 April 2020.

Akibatnya, TKI atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kuala Lumpur mulai kehabisan stok pangan. Tidak ada lagi yang bisa mereka kerjakan selama tinggal di rumah masing-masing. Tidak ada bantuan penanganan dari pemerintah setempat. Mereka menunggu langkah afirmatif dari pemerintah Indonesia untuk melakukan pemulangan.

“Mungkin ada kebijakan dari pemerintah untuk memulangkan para TKI,” ujar Miftah penasehat Himpunan Tenaga Kerja Perantau (HTKP) Malaysia mengirim pesan kepada Prof Zainuddin Maliki anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional.

“Sekarang masih bisa tersenyum tetapi tidak tahu setelah tanggal 31 Maret nanti, karena setelah masa itu tidak dapat gaji lagi, karena tidak bekerja. Kondisi ketahanan pangan kami sudah rawan,” ungkap penasehat HTKP yang memiliki anggota tak kurang dari 450 orang itu di Kuala Lumpur.

Para pekerja yang ada di Malaysia terutama mengharapkan langkah afirmatif dari pemerintah untuk melakukan pemulangan.
“Barangkali untuk teman-teman TKI dari Lamongan Gresik ada penanganan khusus kerjasama dengan pemda misalnya,” demikian ungkap Miftah penasehat himpunan tenaga kerja perantau yang anggotanya kebanyakan dari Dapil Jatim X Lamongan dan Gresik itu.

Menanggapi hal ini Prof Zainuddin mengharapkan agar pemerintah daerah yang warganya bekerja merantau di Malaysia seperti Pemda Lamongan dan Gresik untuk mengambil langkah-langkah afirmatif pemulangan ke Indonesia.

Kondisi tenaga kerja perantau di Malaysia diharapkan terus bisa dipantau perkembangannya. “Kedutaan RI untuk Malaysia diharapkan hadir mewakili pemerintah Indonesia dengan langkah-langkah afirmatif nya,” ungkap anggota DPR RI dari Dapil Jatim X Gresik dan Lamongan itu.

Sementara itu ia juga berharap melalui Gugus Tugas yang dibentuk parlemen yang dipimpin Cak Muhaimin Iskandar, dengan tugas melakukan pengawasan terhadap upaya pemerintah mengatasi krisis pandemik Corona ini, menjadikan nasib dan suara tenaga kerja perantau kita yang di Malaysia tersebut menjadi sasaran pengawasannya.

“Mereka tidak lagi bekerja. Semua tinggal di rumah masing-masing. Sementara stok pangan semakin tipis Tidak mungkin mereka mengandalkan bantuan dari sesama tenaga kerja perantau terus menerus,” pungkasnya.(t/rls)

Selanjutnya

Artikel Terkait