BeritaFeatured

Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi Persoalkan Sumbangan Jokowi untuk Dana Kampanye Pilpres

Kanigoro.com – Tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mempersoalkan laporan dana kampanye pasangan capres-cawapres, Jokowi-Ma’ruf. Mereka dalam pers rilisnya menyebut terdapat kejanggalan soal sumbangan dana kampanye yang berasal dari harta pribadi Jokowi. Jakarta, (12/6).

Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi menyatakan, Jokowi menyumbang dalam bentuk uang sebesar Rp 19.508.272.030 dan bentuk barang senilai Rp 25.000.000. Data itu diklaim berdasarkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01 tanggal 25 April 2019.

Dalam pers rilisnya, Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi menulis “Kami menemukan fakta Pasangan Calon 01 Ir. Joko Widodo – Prof. Dr. (HC). K.H. Ma’ruf Amin (Paslon 01) dalam melaporkan penerimaan sumbangan dana kampanye. Dalam Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01 tanggal 25 April 2019, tertulis sumbangan pribadi Ir. Joko Widodo sejumlah: bentuk Uang: Rp 19.508.272.030 dan bentuk Barang: Rp 25.000.000.”

Tim hukum BPN membandingkan dengan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara/LHKPN Jokowi yang diumumkan KPU pada 12 April 2019, harta kekayaan berupa kas dan setara kas hanya berjumlah Rp 6.109.234.704.

Mereka mempertanyakan, “Apakah dalam waktu 13 (tiga belas) hari saja, harta kekayaan Ir. Joko Widodo berupa Kas dan Setara Kas bertambah hingga sebesar Rp 13.399.037.326?”

Sumber : Per Rilis Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi

Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi dalam pers rilisnya juga memberikan fakta adanya laporan penerimaan sumbangan dana kampanye Jokowi-Ma’ruf. Ditemukan sumbangan dari 3 kelompok bernama: Wanita Tangguh Pertiwi, Arisan Wanita Sari Jateng, dan Pengusaha Muda Semarang, Total sumbangan Rp 33.963.880.000. Namun diketahui, bahwa alamat, NPWP, dan identitas pimpinan kelompok tersebut sama.

Sumber : Per Rilis Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi

Indonesian Corruption Watch (ICW), menyatakan ada sumbangan dari 2 kumpulan bernama Golfer TRG dan Golfer TBIG yang masing-masing menyumbang sebesar: – Golfer TRG Rp 18.197.500.000; Perkumpulan Golfer TBIG: sebesar Rp 19.724.404.138.

Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi menyebut kedua kelompok ditenggarai berasal dari Bendahara Paslon 01 serta diduga untuk menampung modus penyumbangan sebagai berikut: mengakomodasi penyumbang yang tidak ingin diketahui identitasnya; mengakomodasi penyumbang perseorangan yang melebihi batas dana kampanye Rp 2.500.000.000; teknik Pemecahan sumbangan dan penyamaran sumber asli dana kampanye diduga umum terjadi dalam Pemilu.

Tim BPN Prabowo-Sandi menegaskan adanya pelanggaran atas asas prinsip kejujuran dan keadilan dalam penyampaian Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye. Hal tersebut juga melanggar Pasal 525 UU No. 7 Tahun 2017. Hal di atas juga menjelaskan ada isu moralitas yang seharusnya menjadi “concern” dalam penetapan calon Presiden dan Wakil Presiden.

Laporan keuangan tersebut menjadi salah satu dasar Tim Hukum Prabowo-Sandi agar Mahkamah Konstitusi membatalkan kemenangan pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf.

Mereka berharap MK sebagai the guardian of constitution dan the protector of democracy patut menggali lebih dalam hal ini guna mewujudkan keadilan substantif.

Tags
Selanjutnya

Artikel Terkait

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: